Sabtu, 25 Juni 2011

ARAB saudi ??

assalamu'alaikum.wr.wb
ya.... benar.
anda tau arab saudi???

yang sekarang namanya jadi ngetrend ketika TKI kita di hukum pancung???.....,
saya gak abis pikir....,,,, TKI kita gak salah,kalau TKI kita mbunuh majikan.nya?
TKI kita di siksa yang di pancung TKI kita?
apakah negara itu gak bisa di bilang seperti negara kristiani??
inilah salah satu TKI yang di siksa:


maaf kalo saya sensor!, soalnya wajahnya serem, abis di siksa!

katanya negara ISLAM ???, lalu kenapa nyiksa orang??

berita di indonesia mengatakan : pemerintah kurang cermat atau pemerintah gak becus!!!???
tapi sebenarnya yang terjadi yang gak becus itu majikan si pekerja itu!!!
lalu kenapa pemerintah arab saudi tetap memancung (mengeksekusi mati) pahlawan devisa kita??
seandainya pemerintah arab punya hukum yang resmi, pasti gak asal bunuh?!
bukan berarti saya menghina al-qur'an!

tapi bukannya di al-qur'an menjelaskan kalau menyiksa atau membunuh sesama manusia itu dilarang??
maksud aku : lalu kenapa pemerintah saudi mengeksekusi TKI?
kok gak majikan si TKI yang suka nyiksa itu di eksekusi?
tapi...
semua kesalahan itu bukan sepenuhnya kesalahan pemerintah arab saudi, 
kalau pemerintah indonesia memasukkan kurikulum bela diri pada latihan kerja,tentu indonesia gak kehilangan pahlawannya?

cukup segini saja!
wassalammu'alaikum.wr.wb
read more “ARAB saudi ??”

10 film teromantis

1. Ghost (1990)


2. Dirty Dancing (1987)


3. The Notebook (2004)


4. Titanic (1997)


5. Pretty Woman (1990)


6. Love Actually (2003)


7. Romeo + Juliet (1996)


8. An Officer and A Gentleman (1992)


9. Moulin Rouge (2001)


10. Amelie (2001)


sumber: http://hermawayne.blogspot.com/2009/02/10-film-romantis-yang-paling-digemari.html
read more “10 film teromantis”

10 kartun terpopuler tahun 80-an

10. Smurf



Siapa tak ingat dengan sekumpulan manusia kerdil berwarna biru ini. Meski mereka terlihat sama, memakai pakaian yang sama dan tinggal di tempat yang sama, masing-masing smurf memiliki kepribadian unik yang mampu menyelamatkan grup dari Gargamel dan Azrael.

9. Gummi Bears



Masih ingat nggak sama kartun yang satu ini? Itu lho, sekumpulan beruang berwarna-warni yang selalu berpetualang. Produksi Disney ini disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik yang dikeluarkan perusahaan raksasa film itu.

8. GI Joe



Wah kali ini giliran para lelaki. Ngaku deh, siapa di antara kalian yang kemudian bercita-cita menjadi tentara karena menonton film ini. GI Joe benar-benar meraih sukses besar deh.

7. He-Man



Jagoan yang satu ini digambarkan secara sempurna (pada zamannya) oleh sang kreator. Ganteng, berbadan tegap dan mampu mengalahkan siapa pun musuhnya. Sepertinya tak sedikit juga dari kita yang mempunyai imajinasi menjadi superhero seperti He-Man.

6. Transformers



Yang satu ini tak perlu diragukan lagi ketenarannya. Kendaraan yang dapat berubah menjadi robot dan menumpas kejahatan, dianggap keren oleh pemirsa mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Dari versi kartunnya dulu, hingga versi layar lebar yang dirilis pada 2007 silam, Optimus Prime dkk selalu berhasil mengundang kekaguman.

5. Mario Brothers



Mario dan Luigi, dua kakak beradik ini mempunyai banyak sekali penggemar. Selain film kartun, game petualangan Mario Bros yang dikeluarkan Nintendo juga laku keras di pasaran. Kekonyolan mereka menjadi daya tarik tersendiri selain petualangan yang mengasyikan.

4. Rescue Rangers



Film ini merupakan kisah petualangan Chip and Dale, dua tupai yang bersahabat namun tak jarang juga terlibat konflik. Menurut banyak orang, karakter yang melekat dalam benak publik serta cerita yang bagus, membuat Rescue Rangers dinobatkan sebagai salah satu yang terbaik.

3. Thundercats



Tahun 80-an sangat mengedepankan kerjasama tim, dan tak ada kartun yang menunjukkan contoh tersebut lebih baik dari Thundercats. Sudah jelas kan mengapa kartun ini menjadi yang terbaik nomer tiga.

2. Duck Tales



Siapa saja pasti mengingat lagu tema Duck Tales. Petualangan bebek kaya raya Scrooge McDuck dan ketiga bebek kecil, Huey, Dewey dan Louie, dinilai sangat epik. Tak ada anak yang rela melewatkan satu episode pun.

1. Voltron



Ini adalah puncak kejayaan dari kartun tahun 80-an. Film ini mampu mengkombinasikan unsur-unsur dari hampir seluruh kartun yang ada saat itu. Gambar, cerita serta kemampuan kelima robot Voltron dinilai nyaris sempurna. Selain menyaksikan filmnya, kebanyakan dari kita juga pasti mengoleksi mainannya, kan?
read more “10 kartun terpopuler tahun 80-an”

Jumat, 24 Juni 2011

Sejarah Perang Dingin

Perang Dingin adalah sebutan bagi sebuah periode di mana terjadi konflik, ketegangan, dan kompetisi antara Amerika Serikat (beserta sekutunya disebut Blok Barat) dan Uni Soviet (beserta sekutunya disebut Blok Timur) yang terjadi antara tahun 1947—1991. Persaingan keduanya terjadi di berbagai bidang,seperti…
koalisi militer; ideologi, industri, pengembangan teknologi; pertahanan , perlombaan nuklir dan persenjataan; dan banyak lagi.



Ketegangan antara blok timur dan barat ini juga berdampak pada Negara-negara lain didunia.Perang Korea, invasi Soviet terhadap Hungaria,Afganistan dan Cekoslovakia dan Perang Vietnam. Hasil dari Perang Dingin termasuk (dari beberapa sudut pandang) kediktatoran di Yunani dan Amerika Selatan. Krisis Rudal Kuba juga adalah akibat dari Perang Dingin dan Krisis Timur Tengah juga telah menjadi lebih kompleks akibat Perang Dingin. Dampak lainnya adalah terbaginya Jerman menjadi dua bagian yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur yang dipisahkan oleh Tembok Berlin.

Latar belakang

Setelah Perang Dunia II berakhir, muncul beberapa peristiwa penting yang mempengaruhi kehidupan bangsa-bangsa di dunia. Peristiwa-peristiwa itu antara lain yaitu

Pertama,
Amerika Serikat muncul sebagai salah satu negara pemenang perang di pihak Sekutu. Peran Amerika Serikat sangat besar membantu negara-negara Eropa Barat untuk memperbaiki kehidupan perekonomiannya setelah Perang Dunia II.

Kedua,
Uni Soviet juga muncul sebagai negara besar pemenang perang dan berperan membangun perekonomian negara-negara Eropa Timur.



Ketiga,
munculnya negara-negara yang baru merdeka setelah Perang Dunia II di wilayah Eropa. Perang Dunia II yang berakhir dengan kemenangan di pihak Sekutu tidak terlepas dari peran Uni Soviet, Uni Soviet membebaska Eropa Timur dari tangan Jerman. Sambil membebaskan Eropa Timur dari tangan Jerman, Uni Soviet mempergunakan kesempatan itu untuk meluaskan pengaruhnya, dengan cara mensponsori terjadinya perebutan kekuasaan di berbagai negara Eropa Timur seperti di Bulgaria, Albania, Hongaria, Polandia, Rumania, dan Cekoslowakia, sehingga negara-negara tersebut masuk kedalam pengaruh pemerintahan komunis Uni Soviet.

Amerika Serikat bersama Uni Soviet juga memprakarsai berdirinya PBB pada tahun 1945 bersama dengan kekuatan anti-Fasis lainnya. Namun kemesraan hubungan negara-negara yang tergabung dalam koalisi anti-Fasisme itu tidak bertahan lamam dan semulus yang diharapkan. Pada tahun 1946, Stalin yang mengusung ide “Komunisme Internasional” (Komintern) menuduh Inggris dan Amerika Serikat melancarkan kebijakan-kebijakan internasional yang agresif.
Tuduhan ini dijawab oleh Perdana Menteri Inggris dengan menentang kekuatan yang disebutnya “Komunis Timur”, yang akhirnya membelah sistem perpolitikan internasional menjadi dua.

Periode 1945-1969

Berakhirnya Perang Dunia II telah mengubah perkembangan politik dunia. Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai negara pemenang perang muncul menjadi kekuatan raksasa. Dua negara tersebut memiliki perbedaan ideologi, Amerika Serikat memiliki ideologi liberal-kapitalis, sedangkan Uni Soviet berideologi sosialis-komunis. Dalam waktu singkat memang pernah terjadi persahabatan diantara keduanya, namun kemudian muncul antagonisme diantara mereka.

Ada dua karakter pada periode ini, Pertama, adanya keprihatinan akan ambisi rivalnya yang menimbulkan pesimisme. Kedua, Amerika Serikat dan Uni Soviet merupakan kekuatan militer yang sangat kuat dan memiliki kemampuan untuk menghancurkan musuhnya dengan senjata atom.

Doktrin Pembendungan Bulan Februari 1946, Stalin memberikan pidato yang berbicara tentang



“tak terhindarnya konflik dengan kekuatan kapitalis. Ia mendesak rakyat Soviet untuk tidak terperdaya dengan
berakhirnya perang yang berarti negara bisa santai. Sebaliknya perlu mengintensifkan usaha memperkuat dan mempertahankan tanah air.

Tidak lama setelah munculnya tulisan George F Kennan, diplomat di Kedubes AS di Uni Soviet, yang memaparkan tentang kefanatikan Uni Soviet, Presiden Harry S Truman mendeklarasikan apa yang kemudian disebut Doktrin Truman. Doktrin ini menggarisbawahi strategi pembendungan politik luar negeri AS sebagai cara untuk menghambat ambisi ekspansionis Uni Soviet.

AS juga merekrut sekutu-sekutunya untuk mewujudkan tujuan itu. Karena menurut teori domino, jika satu negara jatuh maka akan berjatuhanlah negara-negara tetangga lainnya. 2. Lingkungan Pengaruh dan Pembentukan Blok Ketidakmampuan sebuah negara adidaya memelihara ”lingkungan pengaruh” diinterpretasikan sebagai akibat dari program global negara adidaya yang lain. Misalnya ketika Uni Soviet memasuki Eropa Timur, para pemimpin AS menilainya sebagai bagian dari usaha Uni Soviet menaklukan dunia.



Begitu pula ketika AS membentuk Pakta ANZUS pada tahun 1951, para pemimpin Uni Soviet menilainya sebagai bagian dari usaha AS untuk mendominasi dunia. Perebutan lingkungan pengaruh diantara dua negara adidaya ini melahirkan sebuah pola yang bipolar. AS dan sekutunya merupakan satu polar, sedangkan di polar (kutub) yang lain muncul Uni Soviet dengan sekutunya. Amerika Serikat dan sekutunya membentuk Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) yang berdiri pada tanggal 4 April 1949 di Washington, AS.

Apabila salah satu anggota NATO diserang, maka serangan itu dianggap sebagai serangan terhadap NATO. Di pihak lain, Uni Soviet dan sekutunya membentuk Pakta Warsawa (Warsawa Pact) pada tanggal 14 Mei 1955 di Praha-Cekoslowakia atas dasar ”Pact of Mutual Assistance and Unified Command”. Di berbagai kawasan pun muncul blok-blok yang memihak salah satu negara adidaya, di Asia Tenggara dibentuk South East Asia Treaty Organization (SEATO) pada tanggal 8 September 1954 di Manila, Philipina .

SEATO ditujukan untuk menahan pengaruh komunis di Asia Tenggara, khususnya di Vietnam. Sebagai salah satu organisasi yang berdiri di Asia Tenggara, negara-negara utama di Asia Tenggara malah tidak diikutsertakan di SEATO, anggota-anggotanya yang utama justru negara-negara Blok Barat yang dipimpin oleh AS.

Di kawasan Timur Tengah juga dibentuk Organisasi Pertahanan Timur Tengah (Middle Eastern Treaty Organization/METO). Sedangkan Uni Soviet juga menjalin kerjasama dengan RRC pada tahun 1950 untuk menghadapi kemungkinan agresi Jepang sebagai negara di bawah kendali AS. Serta pembentukan Cominform (The Communist Information Bureau) di Beograd, Yugoslavia pada tahun 1947.

Di sisi lain, kegiatan spionase juga turut mewarnai Perang Dingin. KGB (Komitet Gusudarstvennoy Bezopasnosti), dinas rahasia Uni Soviet, dan CIA (Central Intelligence Agency), dinas rahasia AS selalu berusaha untuk memperoleh informasi rahasia mengenai segala hal yang menyangkut negara-negara yang berada di bawah pengaruh kedua belah pihak serta informasi-informasi sensitif mengenai lawannya sendiri.

Periode 1969-1979

Hubungan Amerika Serikat-Uni Soviet mengalami perubahan drastis dengan terpilihnya Richard Nixon sebagai Presiden AS. Didampingi penasehat keamanannya, Henry A. Kissinger, Richard Nixon menempuh pendekatan baru terhadap Uni Soviet pada tahun 1969. Tidak disangka, ternyata Uni Soviet juga sedang mengambil pendekatan yang sama terhadap AS. Pendekatan ini lazim disebut détente (peredaan ketegangan).

Sebagai sebuah strategi politik luar negeri, détente dijelaskan Kissinger sebagai upaya menciptakan ”kepentingan tertentu dalam kerjasama dan perbatasan, sebuah lingkungan dimana kompetitor dapat meregulasi dan menghambat perbedaan diantara mereka dan akhirnya melangkah dari kompetisi menuju kerjasama”. Sebagai langkah lebih lanjit, pada 26 Mei 1972 Presiden Richard Nixon dan Leonid Brezhnev menandatangani Strategic Arms Limitation Treaty I (SALT I) di Moskow. SALT I berisi kesepakatan untuk membatasi persediaan senjata-senjata nuklir strategis/Defensive Antiballistic Missile System.

SALT I juga berisi kesepakatan untuk membatasi jumlah misil nuklir yang dimiliki oleh kedua belah pihak, sehingga Uni Soviet hanya diijinkan untuk memiliki misil maksimal 1600 misil, dan AS hanya diijinkan memiliki 1054 misil.

Periode 1979-1985

Setelah 10 tahun dijalankan, tampaknya Uni Soviet tidak kuat lagi untuk menjalani détente. Akhirnya pada tahun 1979 Uni Soviet pun menduduki Afghanistan yang sebenarnya mengundang pasukan Uni Soviet masuk kesana untuk membantu mereka. Aksi semena-mena ini mengundang reaksi keras dari pihak AS, Presiden AS Jimmy Carter menyatakan, agresi Uni Soviet di Afghanistan mengkonfrontasi dunia dengan tantangan strategis paling serius sejak Perang Dingin dimulai.



Lalu akhirnya muncullah Doktrin Carter yang menyatakan bahwa AS berkeinginan untuk menggunakan kekuatan militernya di Teluk Persia. Setelah Reagan mengambil alih jabatan presiden, ia juga melancarkan Doktrin Reagan yang mendukung pemberontakan anti-komunis di Afghanistan, Angola, dan Nikaragua. Para pemberontak ini bahkan diberi istilah halus ”pejuang kemerdekaan” (freedom fighters). Bahkan AS juga berbicara tentang kemampuan nuklirnya, termasuk ancaman serangan pertama.

Tapi walaupun di periode ini terjadi ketegangan yang memuncak antara AS dan Uni Soviet, ternyata masih bisa terjadi perjanjian SALT II (Strategic Arms Limitation Treaty II) pada pertengahan 1979 di Vienna. Pada saat itu Carter dan Brezhnev setuju untuk membatasi kepemilikan peluncur senjata nuklir maksimal 2400 unit, dan maksimal 1320 unit Multiple Independently Targeted Reentry Vehicle (MIRV) .

Dan juga Perjanjian Pengurangan Senjata-senjata Strategis (Strategic Arms Reduction Treaty/START) pada tahun 1982 yang berisi kesepakatan untuk memusnahkan senjata nuklir yang berdaya jarak menengah. Walaupun sudah banyak dilakukan perjanjian-perjanjian pembatasan dan/atau pengurangan senjata nuklir, namun berdasarkan data pada tahun 1983 ternyata Uni Soviet memiliki keunggulan yang cukup besar dibandingkan dengan Amerika Serikat.

Periode 1985-1991

Pada Maret 1985, MG mulai memimpin Uni Soviet. Perubahan secara besar-besaran mulai tampak pada masa ini. Gorbachev berbeda dengan penguasa-penguasa Uni Soviet sebelumnya, pada tahun 1987 ia berkunjung ke AS untuk mendekatkan keduanya kedalam sebuah forum dialog. Bahkan pada tahun 1988, Persetujuan Genewa dicapai dan pada 15 Februari 1989 seluruh tentara Uni Soviet telah mundur dari Afghanistan.

Komitmen Gorbachev semakin terlihat saat Uni Soviet tidak menghanyutkan diri dan mengambil sikap lebih netral dalam Perang Teluk tahun 1990-1991. Bahkan bantuan untuk Kuba yang telah diberikan selama 30 tahun pun dihentikan pada tahun 1991 oleh Gorbachev. Namun kebebasan dan keterbukaan yang dicanangkan oleh Gorbachev menimbulkan reaksi keras dari tokoh-tokoh komunis dalam negeri.

Puncaknya terjadi pada Kudeta 19 Agustus 1991 yang didalangi oleh Marsekal Dimitri Yazow (Menteri Pertahanan), Jenderal Vladamir Kruchkov (Kepala KGB), dan Boris Pugo (Menteri Dalam Negeri). Namun ternyata kudeta itu gagal karena mendapat perlawanan dan penolakan dari rakyat Uni Soviet dibawah pimpinan Boris Yeltsin dan Unit Militer Uni Soviet. Sebagai akibat dari kudeta itu; Latvia, Lithuania, Estonia, Georgia, Maldova memisahkan diri dari Uni Soviet. Latvia, Listhuania dan Estonia sendiri berhasil memperoleh kemerdekaan dari Uni Soviet pada tanggal 6 September 1991.

Akhirnya, Gorbachev mengakui bahwa sistem komunis telah gagal di Uni Soviet. Pada akhir 1991, negara Uni Soviet yang telah berumur 74 tahun itupun runtuh dan terpecah-pecah menjadi beberapa negara yang sekarang termasuk dalam persemakmuran Uni Soviet (Commonwealth of Independent State/CIS). Bubarnya Uni Soviet ini menandai berakhirnya Perang Dingin dengan kemenangan di pihak AS.. Bubarnya Uni Soviet ini menandai berakhirnya Perang Dingin dengan kemenangan di pihak AS.
read more “Sejarah Perang Dingin”

Foto-Foto Kekejaman Amerika Saat Perang Vietnam



Trang Bang, Vietnam Selatan, 8 Juni 1972. Anak-anak perempuan dan laki-laki berlarian sambil menangis ketakutan, setelah pesawat Amerika menjatuhkan bom napalm di suatu desa (Trang Bang) yang ternyata salah sasaran. Seorang anak perempuan yang sedang belari telanjang (dia terpaksa melepaskan seluruh bajunya karena terbakar) adalah bernama Phan Thi Kim Phuc.

Foto ini diabadikan oleh Huynh Cong “Nick” Ut, dan mendapat hadiah Pulitzer tahun 1973. Akhirnya Ut menjadi sahabat Phan Thin Kim Phuc, karena banyak perhatiannya atas anak perempuan ini selama perawatan medis akibat trauma.



 
Saigon, Vitenam Selatan, 1 Februari 1968. Nguyen Ngoc Loan kepala polisi Vietnam Selatan mengeksekusi seorang tawanan dari Viet Cong (Front Nasional Kemerdekaan Vietnam Selatan) yang berperang melawan pemerintah Vietnam Selatan dukungan Amerika Serikat. Tawanan yang ditembak kepalanya tersebut bernama Nhuyen Van Lem, seorang kapten dari Viet Cong.

Fotografer dari foto yang sangat terkenal ini, bernama Eddie Adams. Ia memenangkan hadiah Pulitzer tahun 1969.



Saigon, Vietnam Selatan, 11 Juni 1963. Seorang pendeta Budha dari Vietnam bernama Thich Quang Duec (67), membakar dirinya hingga mati di Saigon, Vietnam Selatan, memprotes pemerintahan Vietnam Selatan yang waktu itu dipimpin oleh rezim Diem (beragama Katolik) yang sangat menekan kaum pendeta Budha. Semua yang menyaksikan aksi ini terheran-heran karena sang pendeta selama proses pembakaran dirinya tidak menampakkan rasa sakit dan berteriak. Ia tetap duduk diam dalam sikap “Teratai” (Lotus pose) sampai hangus menjadi abu.

Foto ini diabadikan oleh Malcom Browne. Malcom Brown bersama David Halberstam memperoleh hadiah Pulitzer atas laporan pribadi mengenai Perang Vietnam dan kejatuhan resim Diem penguasa Vietnam Selatan.




Pasukan tank Vietnam Utara dengan mengendarai tank buatan Cina, mendobrak gerbang istana kepresidenan Vietnam Selatan di Saigon dan memasuki halaman istana, pada tanggal 30 April1975. Dengan diambil alihnya istana ini oleh pasukan Vietnam Utara, menyiratkan bahwa Amerika Serikat yang mendukung mati-matian Vietnam Selatan telah kalah perang, dan berakhirlah perang Vietnam yang telah berlangsung selama 18 tahun (1957 – 1975) serta memakan korban tewas ratusan ribu orang (tentara dan sipil).


Orang-orang Vietnam Selatan yang ketakutan atas jatuhnya kota Saigon ke tangan pasukan Vietnam Utara, berebut menaiki pagar kedutaan Amerika Serikat di Saigon untuk memasuki halamannya. Mereka akhirnya diungsikan oleh pasukan Amerika Serikat dengan menaiki helikopter.
 
  
   
 
sumber: http://warofweekly.blogspot.com/2010/09/foto-foto-kekejaman-amerika-saat-perang.html
read more “Foto-Foto Kekejaman Amerika Saat Perang Vietnam”

shAre

Entri Populer