Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Juli 2012

10 Film Animasi Terbaik sepanjang masa

Film animasi adalah salah satu bagian paling menarik dalam dunia perfilman. Hanya di dalam film animasilah seorang produser bisa mengemukakan skenario yang tak mungkin di peragakan oleh manusia. Hanya di dalam film animasilah hewan yang sudah hancur lebur bisa hidup kembali (Tom and Jerry).
Sejak Walt Disney menemukan prinsip pembuatan film animasi tanpa suara pada awal abad 20, hingga kini sudah tercipta ribuan bahkan jutaan film animasi. Dan untuk mengapresiasikan penghargaan dunia perfilman, Entertainment Weekly telah menyusun daftar 10 film animasi terbaik sepanjang masa.
Berikut adalah 10 fil terbaik sepanjang masa versi Entertainment Weekly :
10. ‘Coraline’ (2009)
9. ‘Bambi’ (1942)
8. ‘Toy Story 2’ (1999)
http://www.debianindonesia.org/blog/wp-content/uploads/2009/03/toy-story-ii-cast-4900352.jpg
7. ‘The Incredibles’ (2004)
6. ‘Beauty and the Beast’ (1991)
5. ‘Persepolis’ (2007)
4. ‘The Lion King’ (1994)
http://top-10-list.org/wp-content/uploads/2009/05/the-lion-king.jpg
3. ‘Up’ (2009)
http://scrapetv.com/News/News%20Pages/Entertainment/images-4/up-movie.jpg
2. ‘Spirited Away’ (2001)
1. ‘WALL-E’ (2008)
http://www.scene-stealers.com/wp-content/uploads/2008/12/pixar_walle.jpg

SUMBER
read more “10 Film Animasi Terbaik sepanjang masa”

Jumat, 08 Juli 2011

Film Impor tetap Masuk Ke Indonesia

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik menegaskan, film impor dari Amerika Serikat tetap masuk ke Indonesia. Penegasan tersebut diungkapkan pada acara Hari Film Nasional ke-61 di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Rabu (30/3/2011).
“Hari ini, saya bertemu importir film. Mereka sudah memproses agar film impor tetap masuk, minimal status quo. Untuk pajak sedang diatur. Saya minta mereka supaya masuk lagi filmnya, kita lagi atur pajaknya,” katanya, kepada wartawan.
Dalam sambutannya, Jero mengungkapkan, permasalahan film impor memang dilematis karena di satu sisi masih banyak masyarakat yang ingin menonton film impor. “Film impor ini bisa sebagai referensi. Jadi, ada indikator film itu sebaiknya kayak gini lho,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk urusan perpajakan, pihaknya mengharapkan penyelesaian yang win-win solution. “Film impor bisa jadi referensi untuk sineas Indonesia. Jadi ada pembandingnya,” ungkapnya.
Ia mengaku, untuk urusan film impor, ada beberapa pemikiran yang berkembang. Beberapa pihak mengatakan bahwa dengan film Indonesia saja sudah cukup. “Tapi, itu enggak cukup. Kita ada 600 lebih layar bioskop di Indonesia. Dulu kita cuma bisa produksi film Indonesia lima, sekarang sudah bisa buat 100 film Indonesia setahun. Kalau dengan 100 film ke 600 layar itu kurang,” tutur Jero.
Jika kondisi tersebut tetap dibiarkan, lanjutnya, akan banyak bioskop yang gulung tikar.  “Bioskop, kan, banyak punya karyawan. Kita jangan membuat kebijakan yang menciptakan pengangguran,” katanya.
Ia sendiri belum bisa menyebutkan kapan tenggat waktu untuk kebijakan pajak antara pemerintah dan importir film.
Sementara itu, Direktur Perfilman Kembudpar Syamsul Lussa menyebutkan, pada bulan Januari 2011 terdapat 20 film Amerika Serikat yang masuk Indonesia. “Bulan Februari ada lima dan pada Maret, ada dua film,” katanya menambahkan.

sumber: http://kardopa.co.id/film-impor-tetap-masuk-ke-indonesia/
read more “Film Impor tetap Masuk Ke Indonesia”

Minggu, 03 Juli 2011

My Name is KHAN : Ketika Amerika Jadi Jelek

http://www.suara-islam.com/news/images/stories/Berita/my-name-is-khan.jpg
Sesungguhnya My Name Is Khan yang beredar sejak tengah Februari di gedung-gedung bioskop Jakarta, adalah sebuah film India biasa yang berkisah tentang percintaan antar-manusia. Tapi tempat kejadian atau setting yang diambil, San Francisco, Amerika Serikat, setelah dua menara kembar WTC, New York, rubuh ditubruk pesawat bajakan teroris, 11 September 2001, membuat film ini berbeda.
My Name Is Khan menjadi media untuk memberitahukan dunia apa yang sesungguhnya terjadi di Amerika Serikat pada waktu itu. Lebih penting lagi: inilah film yang mengungkapkan penderitaan kaum Muslim Amerika Serikat setelah serangan teror World Trade Center (WTC), sesuatu yang selama ini tak banyak diketahui publik dunia.
Mereka menjadi korban fitnah, dituduh teroris oleh polisi atau FBI. Tak terhitung jumlah yang ditangkap, untuk belakangan dilepaskan karena tak ada bukti. Itu masih belum apa-apa. Tak terhitung jumlah Muslim jadi korban pengeroyokan atau penganiayaan dari orang-orang Amerika yang marah di jalan-jalan. Para wanita dibuka paksa jilbabnya. Tak terhitung rumah atau properti milik Muslim dijarah atau dirusak. Semua tindakan itu rasis. Betapa tidak?.
Ada segerombolan orang Arab yang konon dipimpin Usamah Bin Ladin dituduh melakukan teror dengan menubrukkan pesawat  terbang ke gedung World Trade Center. Akibatnya, dua menara kembar itu rubuh, dan sekitar 3000 orang di dalamnya tewas. Sungguh peristiwa yang mengerikan.
Tapi mengapa kemudian yang menjadi korban pembalasan adalah  ummat Islam di Amerika Serikat –  berjumlah sekitar 7 juta di antara 300 juta penduduk Amerika Serikat — yang tak tahu menahu peristiwa teror itu? Jelas ini adalah akibat sikap rasisme yang bersemayam di lubuk hati banyak orang Amerika Serikat. Sikap rasis inilah dulu yang mengakibatkan musnahnya orang Indian dari Benua Amerika, atau menyebabkan terjadinya perbudakan selama ratusan tahun terhadap orang hitam dari Afrika.
Peristiwa rasisme kepada Muslim setelah 11 September memang sungguh memalukan. Soalnya, Amerika Serikat selama ini selalu ditonjolkan sebagai negara kampiun demokrasi, pendukung persamaan hak, dan pelindung hak azasi manusia. Tapi melalui My Name Is Khan dipertontonkan betapa jelek Amerika Serikat setelah 11 September 2001. Polisinya jelek, wartawannya jelek, tetangganya jelek, bahkan remajanya pun jelek. Semua tak bersahabat. Semua penuh kebencian dan rasis.
TANPA TARI DAN NYANYI
Seperti disebutkan di atas, My Name Is Khan adalah film percintaan yang romantik. Sebagaimana kebanyakan film Bollywood, ia kemudian menjadi melankolis, penuh adegan menguras air mata, untuk kemudian semua berakhir happy ending.
Rizwan Khan (diperankan aktor paling top dunia saat ini dari Bollywood, Shah Rukh Khan) seorang pemuda Muslim asal Mumbai, India, pergi merantau ke San Francisco, atas sponsor adik kandungnya, Zakir, yang sudah lebih dulu menetap di sana, dan sukses.
Rizwan penderita Asperger’s syndrome, semacam penyakit Autis yang lebih ringan. Hal itu membuatnya tampak beda dengan manusia lain. Ia sangat cerdas, mampu memperbaiki nyaris semua jenis mesin, tapi kesulitan berinter-aksi dengan orang baru. Ia amat takut warna kuning.
Atas bantuan Zakir, Rizwan bekerja sebagai pramuniaga produk kecantikan yang terbuat dari herbal. Semua tampak berjalan lancar. Rizwan, Zakir dan istrinya, Haseena, seorang psikolog yang memakai jilbab, tampak hidup rukun. Mereka taat beribadah.
Dalam pekerjaan, Rizwan berkenalan dengan seorang perawat kecantikan, Mandira (diperankan artis nomor 1 India, Kajol Devgan). Mandira, menjalani hidup sebagai janda dengan satu anak, Sameer alias Sam, setelah ditinggal pergi suaminya.
Singkat cerita, Rizwan dan Mandira terpaut asmara lalu menikah dan menetap di luar San Francisco, di tempat mana mereka mengusahakan salon kecantikan kecil. Mandira mau pun Sameer menambahkan Khan di belakang nama mereka. Keluarga ini akrab dengan tetangganya, Mark, seorang wartawan dengan istri (Sarah) dan seorang anak (Reese).
Semua tampak berbunga-bunga. Tapi berbeda dengan film India biasa, di sini tak ada adegan tarian dan nyanyian untuk resep penyedap. Gantinya, sejumlah lagu dimunculkan sebagai ilustrasi untuk adegan tertentu. Dengan demikian film itu tetap terasa India.
Tapi kemudian datanglah peristiwa 11 September celaka itu.  Mark, tetangga mereka yang wartawan, ditugaskan meliput perang di Afghanistan, dan terbunuh di sana. Sejak itu, sang anak, Reese, teman akrab Sameer, berubah menjadi musuh. Karena nama Khan di belakang namanya, Sameer dianggap Reese sebagai orang Afghanistan. Orang-orang lain pun memusuhi mereka.
Nasib Haseena lebih parah. Dia dikeroyok sejumlah lelaki di jalan hanya karena memakai jilbab. Penduduk Muslim lainnya mengalami nasib sama: toko dirusak, rumah ditimpuk, atau orangnya dikeroyok. Malah tak sedikit orang India penganut Sikh – memakai serban di kepala – turut jadi korban karena disangka orang Afghanistan yang Muslim. Jadi sekali lagi, semua ini menggambarkan betapa sikap rasis masih berkembang subur di dalam masyarakat Amerika Serikat.
Nasib paling parah diterima Sameer. Diawali pertengkaran dengan Reese, Sameer dikeroyok sejumlah remaja bule hanya karena kulitnya hitam. Sebenarnya Reese mencoba menyelamatkan Sameer, tapi tak berhasil. Sameer yang sekarat sempat dibawa ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong.
Rizwan sedih sekali karena ia sangat akrab dengan putra tirinya itu. Tapi yang terguncang adalah sang ibu, Mandira. Ia anggap ‘’bencana’’ yang menimpa mereka karena nama Khan di belakang namanya dan Sameer.  Maka Rizwan sebagai biang bencana ia usir. Ia perintahkan Rizwan mengatakan kepada orang Amerika, termasuk Presiden Amerika Serikat:  bahwa namanya Khan, tapi ia bukan teroris (My name is Khan, and I am not a terrorist).
Rizwan pun dengan ikhlas melakukan pekerjaan itu. Ia mengembara seorang diri. Dalam pengembaraan, ia sempat menghadiri sebuah acara terbuka yang dihadiri Presiden George W.Bush. Ia mendekati Presiden sembari terus berteriak: My name is Khan, I am not a terrorist. Belum sempat teriakan itu didengar Bush, para pengawal meringkusnya karena dicurigai sebagai teroris.
Apa yang ia alami, sungguh menyakitkan: ia dimasukkan ke ruangan dengan suhu yang panas, lalu dipindah ke ruangan yang amat dingin. Berbagai siksaan lainya harus ia terima. Toh akhirnya ia harus dibebaskan karena tak terbukti sebagai teroris. Itu juga berkat bantuan tiga wartawan asal India.
Nama Rizwan kemudian melambung menjadi pahlawan di televisi, karena menolong penduduk sebuah desa di Georgia yang diterjang banjir. Kebetulan penduduk desa itu orang hitam dan sama sekali tak dapat bantuan dari mana pun. Setelah berita ramai di televisi, bantuan datang dari orang-orang Muslim yang dikoordinasikan Haseena dan suaminya, Zakir.
Adegan ini tampaknya diilhami tragedi banjir bandang di New Orleans akibat terpaan badai Katrina pada 2005. Mayoritas korban banjir ini orang hitam dan berhari-hari tak dapat bantuan dari pemerintah. Peristiwa ini menyebabkan Presiden Bush diterpa kecaman keras terutama dari masyarakat kulit berwarna Amerika Serikat.
DI GUJARAT, 2000-AN MUSLIM DIBUNUH
Maka sekarang happy ending itu tiba. Mandira terhibur setelah polisi menangkap para remaja yang membunuh anaknya, berkat kesaksian Reese yang merasa bersalah atas tragedi itu. Mandira pun mencari Rizwan ke Georgia. Mereka berdua kemudian menghadiri sebuah acara pertemuan Presiden Barack Obama yang baru terpilih menggantikan George Bush, dengan para pendukungnya.
Mereka berhasil bertemu dengan presiden baru itu. ‘’Namamu Khan dan kau bukan teroris (Your name is Khan and you are not a terrorist),’’ ujar Presiden Obama kepada Rizwan di hadapan ribuan pendukungnya.
My Name Is Khan dirilis pertama kali di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 10 Februari lalu. Dua hari kemudian, barulah film ini beredar di Eropa, Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan bagian dunia lainnya. Di berbagai tempat film ini dikabarkan memecahkan rekor penonton film India, seperti di Inggris, Australia, dan Amerika Serikat. Tampaknya My Name Is Khan hanya tambah memperkuat dominasi Bollywood atas perfilman dunia sekarang ini, setelah melangkahi Hollywood.
The New York Times, 13 Februari lalu, dalam resensinya menyebutkan adalah menarik melihat Amerika melalui lensa Bollywood, sekali pun yang diceritakan cuma dongeng. Misalnya, yang paling mengesankan tentang hubungan antara orang Muslim (India) dengan orang hitam Amerika Serikat di dalam film. ‘’Khan dengan mudah memancing air mata, sembari mengajarkan tentang Islam dan toleransi,’’ tulis koran Amerika Serikat itu.
Toleransi? Kata-kata itu tampaknya semakin sulit dipraktikkan sekarang. Di India sendiri, film itu beredar di tengah ancaman kekerasan tanpa toleransi dari para pendukung Shiv Sena, partai Hindu radikal dan sangat anti-Islam.
Sejumlah gedung bioskop tak berani memutar My Name Is Khan. Ketika film ini dirilis di Mumbai, kota utama dan pusat perfilman India, 12 Februari lalu, ribuan polisi terpaksa dikerahkan mengawal gedung bioskop dari aksi Shiv Sena. Kelompok itu sempat menurunkan pamplet dan poster film dari  berbagai gedung bioskop. Guna mengamankan pemutaran film sekitar dua ribu pendukung partai radikal itu terpaksa diamankan polisi.
Sebenarnya aksi Shiv Sena, menurut banyak pengamat, berfokus pada pemeran utama film itu, Shah Rukh Khan, yang kebetulan beragama Islam. Khan yang oleh Majalah Newsweek dicantumkan sebagai salah satu dari 20 tokoh paling berpengaruh dunia, sedang berada di luar negeri mempromosikan filmnya, ketika Shiv Sena beraksi di Mumbai.
Melalui twitter Khan menulis bahwa ia tak ingin filmnya mengganggu suasana kota kelahirannya itu. ‘’Saya harap perdamaian menang dan Kota dalam keadaan tenang,’’ tulisnya. Untuk diketahui penduduk Muslim yang berjumlah 140-an juta di antara 1 milyar penduduk India, beberapa kali menjadi korban kekerasan dari kelompok mayoritas Hindu.
Di Mumbai, misalnya, di tahun 1993 meletus kerusuhan anti-Islam yang antara lain dikobarkan Partai Shiv Sena. Pada tahun 2002, meletus kerusuhan anti-Islam di Gujarat selama beberapa bulan, menyebabkan 2000-an Muslim terbunuh.
Seperti ditulis Profesor Martha Nussbaum, pakar hukum dan etik dari University of Chicago di dalam bukunya The Clash Within (Harvard University Press, 2008), pembunuhan kaum Muslim di Gujarat oleh kelompok radikal Hindu amat kejam. Yang dibantai bukan hanya wanita dan anak-anak. Wanita hamil dikeluarkan oroknya, lantas dilemparkan ke tengah kobaran api. Pemerkosaan wanita Muslim banyak terjadi.
Yang lebih parah, kerusuhan ini melibatkan institusi polisi, intelijen, atau birokrat Hindu, bahkan Ketua Menteri Negara Bagian Gujarat, Narendra Modi. Setelah kerusuhan banyak properti milik Muslim yang ditinggal lari, diambil alih orang-orang Hindu. Itulah yang terjadi di India, yang sering dibanggakan sebagai negeri demokratis itu. (suara islam)
read more “My Name is KHAN : Ketika Amerika Jadi Jelek”

Sabtu, 25 Juni 2011

10 film teromantis

1. Ghost (1990)


2. Dirty Dancing (1987)


3. The Notebook (2004)


4. Titanic (1997)


5. Pretty Woman (1990)


6. Love Actually (2003)


7. Romeo + Juliet (1996)


8. An Officer and A Gentleman (1992)


9. Moulin Rouge (2001)


10. Amelie (2001)


sumber: http://hermawayne.blogspot.com/2009/02/10-film-romantis-yang-paling-digemari.html
read more “10 film teromantis”

10 kartun terpopuler tahun 80-an

10. Smurf



Siapa tak ingat dengan sekumpulan manusia kerdil berwarna biru ini. Meski mereka terlihat sama, memakai pakaian yang sama dan tinggal di tempat yang sama, masing-masing smurf memiliki kepribadian unik yang mampu menyelamatkan grup dari Gargamel dan Azrael.

9. Gummi Bears



Masih ingat nggak sama kartun yang satu ini? Itu lho, sekumpulan beruang berwarna-warni yang selalu berpetualang. Produksi Disney ini disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik yang dikeluarkan perusahaan raksasa film itu.

8. GI Joe



Wah kali ini giliran para lelaki. Ngaku deh, siapa di antara kalian yang kemudian bercita-cita menjadi tentara karena menonton film ini. GI Joe benar-benar meraih sukses besar deh.

7. He-Man



Jagoan yang satu ini digambarkan secara sempurna (pada zamannya) oleh sang kreator. Ganteng, berbadan tegap dan mampu mengalahkan siapa pun musuhnya. Sepertinya tak sedikit juga dari kita yang mempunyai imajinasi menjadi superhero seperti He-Man.

6. Transformers



Yang satu ini tak perlu diragukan lagi ketenarannya. Kendaraan yang dapat berubah menjadi robot dan menumpas kejahatan, dianggap keren oleh pemirsa mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Dari versi kartunnya dulu, hingga versi layar lebar yang dirilis pada 2007 silam, Optimus Prime dkk selalu berhasil mengundang kekaguman.

5. Mario Brothers



Mario dan Luigi, dua kakak beradik ini mempunyai banyak sekali penggemar. Selain film kartun, game petualangan Mario Bros yang dikeluarkan Nintendo juga laku keras di pasaran. Kekonyolan mereka menjadi daya tarik tersendiri selain petualangan yang mengasyikan.

4. Rescue Rangers



Film ini merupakan kisah petualangan Chip and Dale, dua tupai yang bersahabat namun tak jarang juga terlibat konflik. Menurut banyak orang, karakter yang melekat dalam benak publik serta cerita yang bagus, membuat Rescue Rangers dinobatkan sebagai salah satu yang terbaik.

3. Thundercats



Tahun 80-an sangat mengedepankan kerjasama tim, dan tak ada kartun yang menunjukkan contoh tersebut lebih baik dari Thundercats. Sudah jelas kan mengapa kartun ini menjadi yang terbaik nomer tiga.

2. Duck Tales



Siapa saja pasti mengingat lagu tema Duck Tales. Petualangan bebek kaya raya Scrooge McDuck dan ketiga bebek kecil, Huey, Dewey dan Louie, dinilai sangat epik. Tak ada anak yang rela melewatkan satu episode pun.

1. Voltron



Ini adalah puncak kejayaan dari kartun tahun 80-an. Film ini mampu mengkombinasikan unsur-unsur dari hampir seluruh kartun yang ada saat itu. Gambar, cerita serta kemampuan kelima robot Voltron dinilai nyaris sempurna. Selain menyaksikan filmnya, kebanyakan dari kita juga pasti mengoleksi mainannya, kan?
read more “10 kartun terpopuler tahun 80-an”

Selasa, 21 Juni 2011

INDONESIA gak kreatif??

INDONESIA memang ada kalanya untuk mood bikin benda ala INDONESIA sendiri.......
tapi berikut ini adalah poster film INDONESIA yang ngopy poster film luar:









sudah tahu???
jadi kalau anda kreatif bikin sendiri ya???!!!
read more “INDONESIA gak kreatif??”

Minggu, 19 Juni 2011

43 Film Luar Negeri yang Membuat Indonesia Jadi Terkenal

1. ANACONDA 2: THE HUNT FOR THE BLOOD ORCHID
http://hermawayne.blogspot.com
Sekuel Anaconda ini bercerita tentang sekelompok ilmuwan yang melakukan ekspedisi untuk mencari anggrek berdarah yang langka yang dipercaya bisa membuat awet muda. Anggrek tersebut berada di suatu lokasi yang sangat terpencil yang dipenuhi oleh sejumlah flora dan fauna yang aneh-aneh, dan tentu saja si Anacondanya sendiri yang jumlah dan ukurannya sangat tidak biasa. Kalau hanya itu saja, orang mungkin akan menyangka bahwa setting lokasinya berada di pedalaman Afrika atau lembah Amazon yang memang terkenal tak tersentuh oleh manusia. Tapi, ya ternyata disebutkan bahwa ujung dunia tersebut adalah Borneo (Kalimantan), tapi konyolnya kondisi flora dan faunanya malah menggambarkan hutan amazon. Trus diceritakan menyusuri Sungai Mandranang dari Kota Baru (padahal gak ada sungai mandranang). Trus, Kota Baru tuh adanya di Pulau Laut Kalsel bukan di Kalimantan daratan. Trus ada lagunya Iwa K di sana yang berjudulNombok Donk.

2. AROUND THE WORLD IN 80 DAYS (versi klasik)
http://hermawayne.blogspot.com
Di situ diceritain sebelum mereka berangkat, mereka milih negara mana yang dituju lewat brosur-brosur yang ada di travel agen. Salah satu brosur tentang Bali. Di film itu dibilang kalau Bali adalah pulau surga dengan perempuan berdada terbuka. Paling gak, ini sama kayak yang diceritain sama Adrian Vickers di bukunya, Bali; A Paradise Created tentang brosur wisata pertama tentang Bali yang dibikin sama agen travel Belanda tahun 1914. Nah, makanya brosur yang ada di film itu masuk akal. mengingat filmnya juga klasik.

3. AUTUMN IN NEW YORK
http://hermawayne.blogspot.com
Ada adegan dalam film ini waktu ceweknya sakit parah dan mau meninggal, intinya Richard Gere bilang kalau dia masih pengen ngajakin ceweknya itu keliling dunia, dan Bali disebut-sebut.

4. BATS (1999)
http://hermawayne.blogspot.com
Lagi-lagi Indonesia “dilibatkan” dalam sebuah eksperimen keblinger. Kelelawar-kelelawar yang dijadikan bahan percobaan oleh pemerintah dalam film ini berubah menjadi hewan yang beringas dan menyerang penduduk kota. Mau tahu dari mana asal kelelawar tersebut? Ya, Indonesia. Bahkan 2 kelelawar yang jadi “bintang” dalam film ini diambil langsung dari negara kita.

5. BRAINDEAD (1992)
http://hermawayne.blogspot.com
Ini adalah filmnya Peter Jackson sebelum terkenal. Braindead a.k.a Dead Alive sebuah horor komedi yang mengerikan dan menjijikan. Virusnya berasal dari kera Sumatra.

6. CHILDREN OF MEN
http://hermawayne.blogspot.com
Ada berita Jakarta kolaps di TV (seluruh dunia sih yang kolaps, trus Jakarta ikutan nongol deh).

7. DIE HARD I
http://hermawayne.blogspot.com
Dalam film ini Takagi, si pengusaha yang punya Nakatomi Plaza, mau bikin usaha kilang minyak di Sumatra atau Jawa.

8. DEVIL’S ADVOCATE
http://hermawayne.blogspot.com
Dalam film ini, Al Pacino sempet nyebut soal perdagangan senjata di Jakarta.

9. DUNSTON CHEK IN
http://hermawayne.blogspot.com
Film komedi yang mengisahkan seorang anak kecil dan monyetnya yang cerdas tanpa sengaja berhasil menggagalkan perampokan permata di Hotel Hilton, dan sebagai imbalan mereka boleh berlibur gratis di Hilton Bali. Yang bikin aneh adalah meskipun suasananya adalah Bali, lengkap dengan pantai dan pohon kelapa dan nuansa Bali lainnya, tapi orang-orangnya semuanya memakai kimono dan berbahasa Jepang!

10. ELEKTRA
http://hermawayne.blogspot.com
Gelang yang dia pakai berasal dari Indonesia.

11. FRIDAY THE 13TH
http://hermawayne.blogspot.com
Di film ini ada adegan saat ditampilkan di gudangnya ada topeng leak Bali.

12. 28 DAYS LATER
http://hermawayne.blogspot.com
Di film 28 Days later, di awal film, waktu para monyet di laboratorium disuguhi adegan kekerasan, salah satunya ada adegan dari kerusuhan Mei 98 di Indonesia.

13. Eat Pray Love
http://hermawayne.blogspot.com
Yang bintangnya Julia Robert, settingnya di Bali.

14. Alice In Wonderland (2010)
http://hermawayne.blogspot.com
Alice nyebutin sumatra dan borneo (bukan Jakarta) sambil buka peta Indonesia (tepatnya pulau Sumatera).

15. 3000 MILES TO GRACELAND
http://hermawayne.blogspot.com
Film yang dibintangi Kevin Costner ini pas lagi ledakin pom bensin pake puntung rokok Djarum Super Made in Indonesia.

16. xXx
http://hermawayne.blogspot.com
Di soundtracknya pas waktu habis terjun di ladang kokain ada kalimat tentang Indonesia, yang nyanyi itu `Fermin Iv’ judulnya 004 (cero cero cuatro): en el bar Fly pasa lo mismo, algo me lleva a una tienda de ropa de Indonesia, ¡Bamboleo!. Kalau tidak salah, itu bahasa Spanyol yang artinya dalam bahasa Inggris kurang lebih seperti ini : In the bar Fly it happens the same, something takes me to a store of clothes of Indonesia.

17. The Wild
http://hermawayne.blogspot.com
Dalam film kartun ini, seorang reporter mamalia, sering keliling dunia ngeliput satwa, salah satunya pernah ke Indonesia. Bahkan kera (si Darwin) yang ngikutin mereka didapat dari Borneo (Kalimantan) .

18. ITALIAN JOB
http://hermawayne.blogspot.com
Dalam film ini digambarkan batangan emasnya bergambar the Bali dancers. Emas di Italian Job memang ceritanya berasal dari tambang emas di Indonesia. Mungkin di filmnya gak terlalu spesifik, tapi di trailernya, si narator menyebut kalau emas ini diambil dari tambang di Indonesia.

19. WEDDING PLANNER
http://hermawayne.blogspot.com
Ceritanya si Jennifer Lopez jadi wedding planner yang nyusun perkawinan salah satu pelanggannya honeymoon ke Bali.

20. JUMANJI (1995)
http://hermawayne.blogspot.com
Permainan berbahaya yang dimainkan oleh Robin Williams ini, pada salah satu adegannya diceritakan bahwa ia kembali ke dunia nyata dengan berpakaian compang-camping dan bertingkah seperti orang sakit jiwa yang membahayakan lingkungannya. Kirsten Durnst berkata kepada polisi bahwa Williams adalah pamannya yang berasal dari Indonesia, sehingga polisi tidak jadi menangkapnya. Jumanji itu sendiri diceritakan permainan yang berasal dari Kalimantan, yang ditimpali Kirsten Dunts bilang gini “Sounds like Indonesian name”.

21. KING KONG (1933 dan 2005)
http://hermawayne.blogspot.com http://hermawayne.blogspot.com
Dibintangi oleh Adrien Brody, Naomi Watts, dan Jack Black, Indonesia digambarkan sebagai suatu negeri antah berantah yang primitif dan terbelakang, yang jauh berada nun jauh di sana, yang dihuni oleh binatang langka berjuluk King Kong dan penduduk pribumi yang sangat barbar, di Pulau Tengkorak (Skull Island), yang dikisahkan di sebelah barat Sumatera. Kapalnya juga bernama “Soerabaja”, tertulis di buritan kapal. Sedangkan syuting mengenai pulau itu dibuat di wilayah Thailand Selatan dan di Lyall Bay, Wellington. Padahal kalau melihat peta yang tercantum di film King Kong itu, Pulau Tengkorak itu tak lain adalah Pulau Nias.

22. THE KINGDOM
http://hermawayne.blogspot.com
Film ini tentang aksi terorisme di Arab Saudi dan diceritakan ancaman tentang aliran dana group radikal mengalir ke Jakarta.

23. KRAKATOA: EAST OF JAVA (1969)
http://hermawayne.blogspot.com
Nih film salah lokasi dan judulnya kali ya, harusnya “Krakatoa, West of Java”

24. LEGENDS OF THE FALL
http://hermawayne.blogspot.com
Si Brad Pitt diceritakan merantau ke berbagai tempat termasuk Sumatera dan Jawa. Bahkan dia dapat kalung gigi babi hutan dari Jawa.

25. LETHAL WEAPON 4 (1998)
http://hermawayne.blogspot.com
Dalam salah satu adegannya, Danny Glover memaki-maki dengan mimik khasnya,“Kapal bodoh ini dibuat oleh seorang yang berasal dari Indonesia”. Wah, ngeselin banget ya. Ceritanya imigran china yang diselundupkan pake kapal yang diatasnamakan sebuah perusahan di Indonesia, (tapi fiktif). Coba deh perhatikan waktu Mel Gibson and the geng lagi ngobrol di markas sebelum menyerbu Uncle Benny. Jadi, Indonesia digambarkan sebagai negara yang “selalu bikin kacau”.

26. MATA HARI
http://hermawayne.blogspot.com
Film ini ceritanya tentang mata-mata (spy) Belanda (dan Inggris) keturunan Jawa-Belanda yang lahir di Jawa. Film ini berlatar belakang PD II dan judulnya sama dengan nama si mata-mata ini. Cewek yang memanfaatkan sensualitasnya buat nyari data dari musuh.

27. THE SAINT
http://hermawayne.blogspot.com
Dalam film ini waktu pemeran utamanya nerima e-mail dari laptop, di situ ada tulisan Bali Indonesia dan Jakarta.

28. NEEDFULL THING
http://hermawayne.blogspot.com
Film tentang iblis yang membuat kacau sebuah kota yang damai. Iblis yang mengadu domba seluruh penduduk 1 kota. Pemain utamanya seorang polisi. Di akhir film si iblis bersumpah akan membalas dendam, dengan bekerja sama dengan anak si polisi itu di masa depan (2014), di Jakarta.

29. NEVER BEEN KISSED
http://hermawayne.blogspot.com
Dalam film ini pas adegan di kelas, guru geografinya ngasih pelajaran mengenai pulau Bali sebagai “The island nation of Bali”. Waktu Drew Barrymore untuk pertama kalinya masuk kelas nyamar sebagai wartawan yang jadi murid SMU, trus gurunya nyebutin Bali itu sebagai salah satu budaya di dunia.

30. NO RESERVATIONS
http://hermawayne.blogspot.com
Dalam film ini ada scene pas si Kate (Catherine Zeta Jones) beli bumbu dapur (rempah-rempah) untuk bikin resep rahasianya. Trus di sebelah toko itu ada restoran Indonesia ‘Groceries for Indonesia’.

31. NOTHING HILL
http://hermawayne.blogspot.com
Dalam film ini ada adegan buku yang direkomendasikan Hugh Grant pada Julia Robert, yaitu tentang pulau Bali.

32. POINT BREAK
http://hermawayne.blogspot.com
Film yang dibintangi sama Keanu Reeves bercerita tentang agent CIA yang ngejar penjahatnya seorang surfer sampai ke Sumatra, Bali, dan akhirnya di Australia saat penjahatnya mau surfing pada saat ada badai.

33. PROOF OF LIFE
http://hermawayne.blogspot.com
Cerita tentang agen khusus pembebasan sandera, salah satu target operasinya adalah di Indonesia (Jakarta).

34. SNAKE ON THE PLANE
http://hermawayne.blogspot.com
Film itu lakonnya mau liburan di Bali. Dengan jeLas beberapa kali disebut salah satu tempat di Indonesia yakni Bali. Bahkan beberapa kali pantai Kuta dengan ombak surfingnya dishoot, ada dalam scene awal dan akhir-akhir film. Akhir film, Samuel L. Jackson sama si anak itu surfing di Bali.

35. SPIDERMAN 2
http://hermawayne.blogspot.com
Dalam film ini ada adegan yang menampilkan topeng barong dari Bali di kamar Orsborne waktu dia mengira dimana keluarnya suara Green Goblin.

36. STRANGERS WITH CANDY
http://hermawayne.blogspot.com
Ini film garing yang kira-kira dialognya:
Cewe: Where you’re from?
Cowo: Jakarta, Indonesia.
Cewe: What’s your name?
Cowo: Megawati soekarnoputri.
Cewe: ?? (sambil ngeliat bingung ke cowo itu)
Cowo: What? it’s a common name in Indonesia.

37. THE SWEETEST THING (2002)
http://hermawayne.blogspot.com
Dalam film drama psikologi ini, si cantik Cameron Diaz ternyata juga “bermulut sampah” saat mengeluh karena teman-temannya selalu saja membuat ulah dan mengacau. Dengan enteng dia berkomentar, “Kalian ini bikin kacau saja seperti Indonesia”. Selain itu, waktu Christina Applegate masuk apartemen dan ngeliat apartemennya berantakan dipake ML gila-gilaan oleh Selma Blair, Christina bilang gini “This place is a mess like Indonesia”. Jadi, ruangan kayak kapal pecah itu disamakan kaya Indonesia

38. TALADEGA NIGHT: THE BALLAD OF RICKY BOBBY
http://hermawayne.blogspot.com
Another film kocak dari Will Ferell. Ada adegan suporter/anak-anaknya neriakin musuh dengan kata-kata “send that freak back to Indonesia!”. Padahal si freak itu sendiri orang Prancis yang gay.

39. TOUTE LA BEAUTE DU MONDE
http://hermawayne.blogspot.com
Film Perancis ini syutingnya di Perancis, Bali, Lombok dan Thailand. Musik latarnya pake lagu Anang dan Krisdayanti dan satu lagu Mayangsari.

40. THE CONDEMNED (2007)
http://hermawayne.blogspot.com
Dalam fim yang dibintangi oleh Steve Austin ini bercerita tentang seorang produser TV yang membuat reality show tentang 10 orang yang dipaksa berkelahi. Kesepuluh orang tersebut adalah terpidana mati yang dibeli dari negara-negara dunia ketiga. Mereka akan ditempatkan di pulau terpencil, dan harus membunuh satu sama lain. Satu pemenang tersisa akan dibebaskan dari penjara dan terhindar dari eksekusi. Nah, dalam acaranya itu berada di lintang perairan Indonesia, karena banyak pulau-pulau kecil tidak berpenghuni.

41. THE YEAR OF LIVING DANGEROUSLY (1982)
http://hermawayne.blogspot.com
Film ini berkisah tentang seorang wartawan yang dikirim untuk bertugas di Jakarta pada tahun 1965-1966. Saat itu, Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Soekarno sedang mengalami krisis politik dan ekonomi. Tak heran, situasi Jakarta digambarkan sangat kacau, lengkap dengan embel-embel penduduk yang merana karena kelaparan. Dimeriahkan oleh akting dari Mel Gibson dan Sigourney Weaver. Syutingnya sendiri dilaksanakan di Bangkok, karena tidak diijinkan pemerintah di Jakarta. (tanya kenapa?). Hehehe. Akibatnya meski ada beberapa dialog menggunakan Bahasa Indonesia, namun karena aktornya adalah orang Bangkok, maka ucapannya terdengar aneh di telinga. Adegan yang paling terkenal sewaktu temennya Mel Gibson, Billy Kwan (ni artis cewek cuman di film ini main jadi cowok) ngegantungin spanduk di Hotel Indonesia (ceritanya) dengan tulisan SOEKARNO FEED YOUR PEOPLE. Saat Oscar 1982, film ini menang untuk artis terbaik Linda Hunt. Fim ini gak cuman nyebutin Indonesia tapi tentang Indonesia. Jadi, dalam film ini, Indonesia digambarkan sebagai negara penuh konflik.

42. THE ISLAND OF DR. MOREAU (1996)
http://hermawayne.blogspot.com
Film tentang obsesi seorang ilmuwan sinting untuk menggabungkan manusia dan hewan menjadi suatu spesies baru. Lokasi penelitiannya berada di suatu pulau terpencil di kawasan Indonesia Timur. Setting dan kisah film ini sebenarnya tidak perlu “diambil hati” kalau saja yang membuatnya bukan sutradara kawakan John Frankenheimer. Untuk mempertegas posisi Indonesia-nya, bahkan kapalnya bernama “Ombak Penari” terus si awak kapalnya pas dah mau nyampe di pulau itu ada yang ngomong pake Bahasa Indonesia. Padahal nama kapal itu terbalik. Dalam versi novel yang ditulis H.G. Wells, kapal yang ada di film ini bernama Ipencacuanha. Di versi film, nama kapalnya berubah menjadi Ombak Penari yang diambil dari kata Wave Dancer. Padahal disesuaikan dengan grammar, seharusnya terjemahannya adalah Penari Ombak.

43. THE SILENCE OF THE LAMBS
http://hermawayne.blogspot.com
Dalam film yang thriller psikologi yang dibintangi Jodie Foster ini ada adegan dimana di sweater orang yang diculik kanibal itu tertulis “MADE IN INDONESIA”. Apakah image Indonesia sudah sebagai negara yang banyak penculikan atau karena kita produsen tekstil?
read more “43 Film Luar Negeri yang Membuat Indonesia Jadi Terkenal”

shAre

Entri Populer