Tampilkan postingan dengan label alutsista. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alutsista. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Maret 2012

Industri Pertahanan Nasional Bersiap Diri dengan Percepatan Modernisasi TNI

Rancangan kapal cepat FPB-40 (photo : Defense Studies)


Rencana pemerintah untuk mempercepat modernisasi TNI disambut baik oleh kalangan industri pertahanan di tanah air. Dalam pameran APSDEX 2012 yang menyertai penyelenggaraan JIDD beberapa produk baru bermunculan sebagai bentuk pengembangan teknologi yang terus dilakukan oleh kalangan industri pertahanan Indonesia.


Riset & Pengembangan



Materi pameran dari sisi riset dan pengembangan banyak didominasi oleh karya dari BalitbangKemhan dan Dislitbang dari Ketiga Angkatan dan Polri yang menampilkan produknya, ataupun miniatur produknya.

Senjata Lawan Tank SLT Latih 90mm (photo : Defense Studies)

Produk baru yang ditampilkan untuk matra darat diantaranya adalah Senjata Lawan Tank dengan nama SLT Latih 64mm dan dengan kaliber yang lebih besar yaitu 90mm. Demikian juga roket pertahanan 2 tingkat “Kartika” yang mampu menjangkau sasaran darat hingga 21 km dan kecepatan hingga 2-3 mach.

Untuk matra udara kali ini ditampilkan miniatur pesawat kerjasama Indonesia-Korsel KFX/IFX, juga UAV “Alap-Alap” yang telah diuji coba beberapa kali, termasuk diantaranya dengan pemakaian jaring untuk menghentikannya. Ciri khas UAV ini adalah ekornya yang berbentuk huruf V terbalik.


Untuk matra laut ditampilkan miniatur kapal FPB-40 yang dilengkapi dengan dua set rudal anti kapal dan satu sea-rider. Kapal ini menganut desain compact sehingga terlihat seperti jejalan senjata termuat di atasnya. Prototipe rudal permukaan ke udara juga ditampilkan, rudal berkecepatan 0,8 mach dengan seeker dari gimbal image processing ini untuk digunakan di atas kapal.


Matra Darat


Kendaraan Taktis 4x4 Komodo lansiran PT Pindad (photo : Audrey)


Pindad kali ini menampilkan varian terbaru dari senapan SS2 yaitu SS2V5A1 yang diperuntukkan bagi satuan Brimob Polri. Pada varian ini handgrip senapan digantikan dengan lensa bidik.


Untuk kendaraan taktis kali ini Pindad memperkenalkan kendaraan berpenggerak 4x4 dengan nama Komodo dan dibuat dalam 2 versi : panser dan kendaraan pendobrak. Wujud asli kendaraan belum dibawa namun pengunjung dapat melihat foto dan brosur kendaraan tersebut.


Mengenai program pembuatan tank nasional, Pindad saat ini telah menyelesaikan prototipe tank ringan. Dalam triwulan kedua tahun 2012 perusahaan ini juga akan mulai mengembangkan prototipe tank medium, tank ini akan mempunyai berat sekitar 28-30 ton. Pada beberapa kesempatan TNI AD mengemukakan bahwa satuan kavaleri TNI AD membutuhkan 53 tank berukuran medium disamping MBT dan panser kanon.


PT Pindad juga menyatakan kesiapannya jika TNI AD jadi membeli tank Leopard 2 dan kemudian akan diupgrade menjadi tipe Leopard 2A6, seperti halnya ketika Angkatan Darat Singapore membeli Leopard 2A4 kemudian upgrade-nya dilakukan oleh ST Kinetics.


Matra Udara


Boeing 737MR dengan radar SLAMMR (image : Heilig)


Di anjungan PT Dirgantara Indonesia, Defense Studies sempat berbincang dengan Direktur Aerostructure Andi Alisjahbana mengenai CN-235MP, CN-235MPA, dan B737MR.


Tiga pesawat patroli maritim pesanan TNI AL dengan jenis CN-235MP dikembangkan berdasarkan pengalaman PT DI dalam memodifikasi pesawat CN-235 Angkatan Laut Turki menjadi versi anti kapal selam (ASW role) dikenal sebagai Meltem Project. Dengan konsep tersebut maka posisi radar tidak lagi ditempatkan di hidung (seperti CN-235MPA) namun akan diletakkan di perut (seperti CN-235 Korea Coast Guard). Sayap pesawat akan dilengkapi dengan 4 hardpoint untuk membawa torpedo ukuran medium dan atau rudal.


CN-235MPA untuk TNI-AU yang saat ini masih satu buah, akan segera diikuti dengan pesanan lagi sebanyak 2 unit sehingga menjadi genap 3 unit seperti pesanan awal. Rencananya TNI AU akan menjadikannya sebagai skadron intai taktis yang akan ditempatkan di Selat Malaka.


Mengenai rencana upgrade 3 pesawat intai B737MR milik TNI AU, Direktur PT DI ini mengatakan bahwa kondisi pesawat Boeing 737 tersebut masih bagus, namun PT DI siap untuk dilibatkan dalam rencana upgrade radar SLAMMR buatan Motorola tersebut. PT DI pun telah mempunyai konsep jika TNI AU berkehendak mengganti radar tersebut, tipe radar yang akan diajukan adalah radar non putar untuk menghindari adanya hambatan mekanis.

Matra Laut


Kapal cepat rudal KCR-60 yang dibuat oleh PT PAL (photo : Defense Studies)


Policy pemerintah untuk membagi pekerjaan pembuatan kapal perang TNI AL kepada 3 galangan utama dapat dipahami oleh PT PAL. Saat ini PT Palindo di Batam mengerjakan Kapal Cepat Rudal 40m (KCR-40), PT DKB di Jakarta selain menyelesaikan satu LCU untuk TNI Angkatan Darat juga akan mengerjakan kapal LST 117m dan Replenishment Oiler Ship (kapal BCM) untuk TNI AL.


PT PAL saat ini kebagian pekerjaan pembuatan Kapal Cepat Rudal KCR-60, upgrade Combat Management Systems SEWACO kapal kombatan milik TNI AL, dan saat ini PT PAL masih menunggu keputusan pemerintah mengenai pembangunan fregat PKR-105, dimana perundingan ToT dengan Damen Schelde dirasakan alot dan memakan waktu lama.


Pada sisi yang lain PT PAL juga menunggu keputusan Filipina atas tender pengadaan LPD untuk Angkatan Laut negara itu , PT PAL bersaing dengan Korea dan mengajukan konsep Strategic Sealift Vessel berdasarkan pengalamannya membangun KRI Banjarmasin dan KRI Banda Aceh.
read more “Industri Pertahanan Nasional Bersiap Diri dengan Percepatan Modernisasi TNI”

Minggu, 25 Desember 2011

The INDONESIAN military power


Sebutan pantas untuk ALUTSISTA milik indonesia!
karena Alutsista yang di beli pada th 60-an masih di pakai sebagai alat pertahanan bangsa!

Gak PERCAYA?simak video Di atas!


tetapi indonesia juga telah berusaha memajukan pertahanannya
Dan siap untuk menghancurkan musuh yang berani mengganggu kedaulatan bangsa!





DAN bukti indonesia SUDAH bisa membuat alutsista:







Dan Berikut Tank milik indonesia!:




Hinaan dari INDONESIA atau MALAYSIA?
B|



Selain Hinaan tadi berikut Uji Coba dan latihan MARINE OF INDONESIA:


Duta pertahanan Korea dtang di indonesia:




Dan pembebasan Sandra:




Peringatan HUT TNI yang tidak berjalan smepurna di pontianak:




Uji coba RUDAL LAPAN:


Sekian dan ters maju membangun bangsa!



Thanks to
 SCTV
METROTV

TVONE
RayTV
read more “The INDONESIAN military power”

Sabtu, 24 Desember 2011

Tentara Cadangan Dapatkan Bushmasters


Bushmaster mobilitas kendaraan infanteri (foto: Militaryphotos)
Sekretaris Parlemen untuk Pertahanan, Senator David Feeney, dan Komandan Divisi 2, Mayor Jenderal Craig Williams AM, hari ini mengumumkan reformasi besar untuk Tentara Cadangan bawah Rencana Bersyeba di Barak Simpson di Watsonia, Melbourne.
Senator Feeney mengatakan bahwa Rencana Bersyeba, sebuah restrukturisasi dari Angkatan Darat Australia, akan mencapai integrasi yang lebih besar kekuatan penuh waktu dan paruh dan memperkuat kemampuan operasional pasukan waktu kita bagian.
"Dalam sebuah lingkungan strategis yang semakin kompleks, kita harus memastikan pasukan kita diposisikan untuk berbagai kontinjensi mungkin.
"Rencana Bersyeba posisi Angkatan Darat untuk memberikan kemampuan dalam cara, efektif tepat waktu dan terjangkau untuk memenuhi kontinjensi," kata Senator Feeney.
"Pemerintah ini akan memastikan bahwa semua lapis baja Korps Cadangan akan menerima Kendaraan Bushmaster Mobilitas Dilindungi untuk menyediakan transportasi dilindungi untuk pasukan kita.
"Ini akan menjadi pertama kalinya dalam lebih dari lima tahun bahwa semua Cadangan Angkatan Darat unit lapis baja akan memiliki kendaraan lapis baja.
"Selain itu, di bawah Bersyeba kami berniat untuk membuat satu skuadron lapis baja baru dengan kendaraan dilindungi di Queensland. Ini adalah dorongan besar bagi kemampuan Reserve.
"Di Melbourne, unit lapis baja dari Brigade 4 - 4th/19th Pangeran Kuda Cahaya Wales yang terkenal bertempur di Bersyeba - akan mendapatkan Bushmasters," kata Senator Feeney.
Komandan Divisi 2, Mayor Jenderal Craig Williams mengatakan bahwa Angkatan Darat Cadangan Angkatan (2 Divisi) akan disesuaikan dengan Tentara Reguler, dengan dua Brigade Cadangan terkait dengan masing-masing Brigade Manoeuvre Multi-peran.
"Akan ada peningkatan yang signifikan dalam fokus operasional Reserve yang akan dilakukan melalui pengembangan hubungan antara kebiasaan brigade cadangan dan Multi-peran yang teratur Brigade Manoeuvre," kata Mayor Jenderal Williams.
"Divisi 2 akan disesuaikan dengan Siklus 36 bulan Angkatan Generasi dan ditugaskan tingkat kesiapan."
Cadangan Pertahanan Asosiasi (DRA) Presiden, Mayor Jenderal Jim Barry (retd) mengatakan:"Ini adalah perubahan struktural yang paling penting bagi Cadangan Angkatan Darat dalam beberapa dasawarsa.
"Enam Tentara Cadangan Brigade 2 Divisi sekarang ditugaskan peran khusus dan tugas dan struktural sesuai dengan rekan-rekan reguler mereka. Sekarang ada fokus operasional didefinisikan yang DRA telah advokasi untuk beberapa waktu, "kata Mayor Jenderal Jim Barry (retd).
Rencana Bersyeba adalah rencana Angkatan Darat Australia untuk tahap berikutnya dari Angkatan Darat Kampanye Adaptif. Ini mengikuti perubahan dalam perintah Angkatan Darat dan struktur kontrol dibuat selama 2008.
Berdasarkan program tersebut, 1, 3 dan Brigade 7 akan membentuk tiga baru multi-peran Brigade Manoeuvre. Brigade ini akan fundamental sama dalam struktur untuk memungkinkan operasi berkelanjutan dalam Siklus 36-bulan Generasi Angkatan baru.
Generasi Angkatan adalah proses melalui mana Angkatan Darat menyiapkan dirinya untuk menanggapi kontinjensi yang mungkin timbul. Brigade masing-masing akan memiliki komponen berikut - infanteri, baja, artileri, insinyur, logistik dan komunikasi.
Australia Cadangan Angkatan akan lebih difokuskan pada operasi stabilitas dan akan terlibat dalam latihan utama dengan bermitra mereka Multi-peran Brigade Manoeuvre.
(Aus DoD)
read more “Tentara Cadangan Dapatkan Bushmasters”

shAre

Entri Populer