Tampilkan postingan dengan label Kapal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kapal. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Mei 2012

Kapal Phinisi Terbesar Jadi Milik Polandia

13219672871625900379
Baru-baru ini sebuah kapal phinisi terbesar yang pernah dibuat di Bulukumba, Sulsel berhasil diselesaikan. Kapal Phinisi merupakan kapal tradisional milik pelaut Makassar. Kapal Phinisi terbesar ini berkapasitas 500 ton, pembuatannya memakan waktu selama 9 bulan dengan biaya kurang lebih 4 milliar rupiah. Kapal yang memiliki panjang 50 meter dengan lebar 9 meter ini di buat digalangan kapal milik H. Muslim Baso. Kapal yang dibuat di industri galangan kapal di Tanjung Bira merupakan pesanan warga Polandia.
Seperti biasa peluncuran phinisi dilakukan ritual khusus yang sudah turun temurun dilakukandan tanggal 11 November 2011 peluncuran kapal terbesar ini dilakukan di kampung Bontobahari Bulukmba. Menurut pembuatnya H. Muslim Baso “selama 20 tahun membuat kapal, ini merupakan kapal terbesar yang berhasil dia selesaikan”. H. Muslim Baso memang sudah terkenal sampai ke mancanegara sebagai pembuat kapal phinisi.
Yang unik bahwa Polandia yang menjadi pemilik kapal Phinisi tidak memiliki sejarah sebagai bangsa maritim seperti Indonesia, yang mungkin hampir sama adalah bendera Polandia yang putih merah mirip bendera kita merah putih tinggal di balik saja. Umumnya kapal phinisi yang dipesan warga asing sering dijadikan sebagai kapal pribadi atau kapal pesiar. Saya pernah diperlihatkan seorang rekan sebuah promosi perjalanan pesiar keliling Indonesia dan dunia dengan kapal Phinisi via internet, teman saya bekerja di salah satu kapal pesiar tersebut.
1321966019374387701
Phinisi digemari warga asing
Bulukumba salah satu kabupaten di ujung Pulau Sulawesi dikenal sebagai tempat pembuatan kapal Phinisi maka tidak salah jika daerah ini disebut sebagai bumipanrita lopi, tempatnya para ahli pembuat kapal. Saya belum tahu apakah kapal Phinisi milik warga Polandia yang baru saja selesai merupakan kapal Phinisi terbesar di dunia, ini karena selain di Bulukumba sentra pembuatan kapal Phinisi juga ada di Brunei, Malaysia hingga Australia. Yang pastinya ini merupakan kapal Phinisi terbesar yang pernah dibuat di Bulukumba, tempat asal kapal Phinisi.
Phinisi di dunia baru
Phinisi merupakan kapal layar kebanggan milik suku Makassar, kapal ini merupakan bentuk modern kapal kuno Padewakang yang ukurannya lebih kecil. Kapal Phinisi mulai dikenal sejak akhir abad 19, saat itu kapal Phinisi banyak digunakan dalam perdangan antar pulau. Para pedagang antar pulau orang Bugis Makassar di kenal dengan nama Passompe.
Asal usul nama Phinisi masih misteri, ada yang mengatakan nama Phinisi di ambil dari nama kota air di Italia Venesia. Ceritanya pelaut Makassar yang mengarungi samudera sampai di sekitar Laut Mediterania menuju salah satu pusat perdagangan dunia saat itu Venesia, sesampainya mereka terkagum kagum melihat kapal-kapal besar di kota Venesia.
Setelah balik ke Makassar, para pelaut itu terobsesi membuat kapal besar seperti yang mereka lihat. Kemungkinan lain kapal ini merupakan adopsi dari kapal layar milik Portugal, pelaut Makassar yang hanya menggunakan kapal kecil kagum melihat besarnya kapal pelaut Portugal dan mereka kemudian membuat kapal yang semisal dan juga mengadopsi nama kapal itu.
1321966240650937781
kapal kuno Phinisi
Yang unik pelaut Makassar kagum dengan besarnya kapal bangsa Eropa sebaliknya bangsa Eropa terheran-heran melihat nyali dan keberanian anak-anak Makassar mengarung samudera yang ganas hanya dengan kapal kecil.
Dengan kapal Padewakang yang merupakan cikal bakal Phinisi, orang-orang Makassar sering kali berpapasan dengan kapal bangsa Eropa di sekitar perairan Australia.
Ketangguhan kapal Phinisi buatan anak negeri pernah di ujicobakan dengan melakukan perjalanan ke Vencouver Kanada. Perjalanan legendaris di tahun 1986 menempuh jarak kurang lebih 10.000 mil berjalan sukses. Konon sebuah rangka kapal Phinisi pernah di temukan di pantai Acapulco Meksiko, sebuah pertanda pelaut-pelaut Makassar pernah bolak balik di dunia baru bernama Amerika.
Kita berharap semangat bahari anak muda sekarang tetap tumbuh, dan industri pembuatan kapal Phinisi tetap bertahan dan bisa mengharumkan nama bangsa di dunia internasional.

read more “Kapal Phinisi Terbesar Jadi Milik Polandia”

Jumat, 04 Mei 2012

Kapal Cepat Rudal Indonesia Dari Masa Ke Masa (1960-2012)

(ilustrasi armada KCR masa depan indonesia)

Saya pernah membaca sebuah komentar yang cukup miring disalah satu artikel mengenai pembangunan kapal cepat rudal 40 m oleh perusahaan perkapalan di Batam, tepat didepan hidung singapura. Ada sebuah komentar yang miris bila membacanya, si empunya menulis tentang keheranannya mengapa indonesia malah membangun kapal-kapal perang cilik, sekelas Kapal Cepat Rudal Clurit Class yang jumlahnya cukup banyak 22 ekor.

Baginya kapal-kapal cilik ini tak cukup handal sekaligus menunjukan kurang seriusnya pemerintah membangun angkatan laut indonesia, mungkin menurutnya kapal-kapal yang cocok meronda diperairan indonesia adalah kapal-kapal dengan tonase besar yang menggentarkan paling tidak sekelas korvet bahkan jika lebih bagus lagi menghadirkan kembali KRI Irian Jilid II untuk menunjukan superioritas angkatan laut Indonesia.

Saya setuju bahwa kita harus memiliki kekuatan militer mumpuni dilaut dengan menghadirkan kapal-kapal canggih seperti Corvet Sigma Class, maupun LPD dan LHD untuk misi militer dan non militer. Namun saya tak setuju bila kapal-kapal ringan macam Kapal Cepat Rudal Clurit Class dikesampingkan keberadaannya bahkan dianggap tak mumpuni dimedan tempur. 

(iring-iringan Komar class, cepat dan mematikan!).

Kapal-kapal ini justu diperlukan karena tak semua perairan di Indonesia memiliki kedalaman dan kontur yang sama, terlebih lagi dalam era modern seperti saat ini kapal-kapal berbobot besar terkadang jadi mangsa empuk rudal-rudal anti kapal musuh. Selayaknya anti tank dalam pertempuran darat, KCR a.k Kapal cepat Rudal ini bisa jadi solusi jitu sebagai “Anti Tank” dilautan. Sejarah sendiri memberi tempat terhormat bagi jenis-jenis kapal perang cilik tapi mematikan seperti ini.

Styx dan Komar Class, duet maut di era 60-an.

Pada hakikatnya Styx atau yang nama sebenarnya P-15 Termit merupakan rudal anti kapal pertama Indonesia, rudal sangar ini merupakan bagian dari modernisasi angkatan bersenjata indonesia di kala trikora berkobar. Kemampuan Styx dikemudian memang terbukti tangguh, rudal bongsor ini pulalah yang mengubah jalannya sejarah pertempuran modern yang kemudian hari mengkandaskan superioritas meriam-meriam kelas berat serta menganggkat pamor misil anti kapal sebagai solusi jitu pertempuran laut.

Kegemparan dunia, khususnya pihak NATO saat mengetahui Indonesia termasuk negara yang mengoperasikannya memang bukan tanpa alasan, sebab Styx memang hanya beredar dan dimiliki oleh negara-negara sekutu Rusia saja kala itu. Dengan ukuran yang tambun styx dirancang dengan kemampuan dan daya hancur tinggi, sehingga daya deteren memang amat kental di era tersebut. Indikatornya bisa dilihat dari berat hulu ledaknya yang mencapai 500 kg high explosive, sementara bobot rudal secara keseleruhan 2,340 kg dengan jangkauan efektif mencapai 40 km, meski dalam teorinya bisa mencapai jarak 80 km.

(Styx, bersiap mendobrak tiap lapis baja Karel Doorman)

Tentu saja untuk menjadi “sakti”, rudal bongsor ini tak sendirian, bila dalam legenda TNI AU rudal Kennel begitu disanjung karena TU-16 nya, maka dalam hikayat TNI AL rudal Styx disanjung karena Komar Classnya yang tak lain adalah platform kapal cepat berpeluru kendali (fast attack craft missile) yang digunakan untuk meluncurkan rudal legendaris ini.

Jumlah Komar class indonesia sendiri tak tanggung-tanggung 12 buah dalam kondisi terbaik dan siap tempur, dalam riwayat TNI AL, Komar Class Indonesia terdiri dari KRI Kelaplintah (601), KRI Kalmisani (602), KRI Sarpawasesa (603), KRI Sarpamina (604), KRI Pulanggeni (605), KRI Kalanada (606), KRI Hardadedali (607), KRI Sarotama (608), KRI Ratjabala (609), KRI Tristusta (610), KRI Nagapasa (611) dan KRI Gwawidjaja (612). Dengan kemampuan mengangkut 10-11 kru, berbekal 4 mesin sub diesel, Komar Class mampu berlari hingga hingga kecepatan 30 knot.

Menariknya tak seperti Tupolev 16 yang menjadi legenda begitu ketahuan oleh pesawat mata-mata Dragon Lady milik Amerika, Komar Class Indonesia justru sempat di “umpetin” oleh Angkatan Laut sebagai senjata pamungkas terakhir sebab baik KRI Irian, KRI Gajah Mada dan Kapal Selam Whiskey Class memang sudah diketahui telah dimiliki oleh Indonesia.

Belanda tentu saja terkejut mengetahui Indonesia mempunyai kapal-kapal cepat rudal Komar Class yang mampu menggendong rudal Styx menakutkan itu, Kompeni rupanya insyaf mereka berdiri dalam posisi “maju kena mundur kena” bila memaksakan kehendak memasang Karel doorman di perairan Holandia. 

(Komar class di era Trikora tambah garang dengan Double Canon 25 mm)

Siapapun pemimpin pasukan Belanda yang bertahan Papua paham betul bahwa baik Tupolev 16 dan Komar Class berlomba-lomba untuk mengaramkan kapal yang dari awal sengaja didatangkan untuk menakut-nakuti Indonesia itu,-belum masuk dengan Whiskey Class dengan torpedo SEAT-50 nya,- bila rudal Kennel gagal mengaramkan Karel Doorman tak demikian kisahnya dengan Styx ataupun sebaliknya. 

Kemasygulan Belanda terhadap Komar Class memang cukup beralasan, sejak kelahirannya akhir tahun 1950-an, Styk dan Komar Class memang belum diketahui kemampuan sebenarnya, rasa cemas itu lahir karena memang pengetahuan barat mengenai senjata pamungkas milik indonesia ini memang tak banyak. Bagi Angkatan Laut Indonesia, peluang membuktikan kehandalan arsenal gaharnya kala itu terbuka lebar dengan menjadikan karel Doorman sebagai sasaran, inilah yang membuat Belanda berkeringat dingin begitu mengetahui apa yang mereka hadapi saat itu. 

Kompeni Belanda jelas tak ingin “berjudi” untuk melihat mana diantara keduanya yang mengaramkan kapal induk kebanggan sang ratu itu, dengan hati dan harga diri terluka Karel Doorman buru-buru di larikan ke Australia, khatamlah riwayat kapal perkasa kompeni belanda tanah keramat Papua.

Sayang walaupun tak sempat menunjukan kelasnya di masa Trikora, namun bukan berarti keperkasaan Styx dan Komar Class pudar, justru sebaliknya. Sama halnya dengan efek Yakhont, daya deternt rudal Styx kebanggaan Angkatan laut indonesia ini menjadi masyhur namanya setelah dunia dikejutkan dengan peristiwa karamnya kapal perang perusak Eilat milik AL Israel pada 21 Oktober 1967 yang ditenggelamkan oleh dua buah Komar Class milik Angkatan laut Mesir dan dunia pun gempar, sebab ini kali pertama sebuah kapal perang dapat ditenggelamkan dengan rudal.

(Osa Class mampu menggendong 4 buah Rudal Styx)

Efek styx kembali berlanjut hingga peristiwa operasi Trident pada 4 Desember 1971, Angkatan Laut India tak hanya berhasil menghancurkan blokade Pakistan namun juga berhasil mengaramkan kapal perusak Khaibar dan menyerang pusat Angkatan laut Pakistan di Karachi dengan bermodal sekitar 8 buah kapal cepat rudal Osa Class yang tak lain pengembangan Komar Class, bedanya Bila Komar hanya memanggul 2 buah rudal Styx, maka Osa mampu membawa empat buah rudal. Terlepas dari jenis classnya, peristiwa Karachi tersebut sekali lagi menaikan pamor Rudal Styx, imbasnya peristiwa ini juga menaikkan rasa percaya diri Angkatan Laut Indonesia sekaligus pesan pada jiran Indonesia kala itu untuk berfikir ulang bila hendak melakukan pelanggran batas wilayah. Karena memang faktanya baik Styx dan Komar di Asia Tenggara hanya Indonesia dan Vietnam saja yang mengoprasikannya.

Menurut hikayat, diantara arsenal gahar blok Timur, Komar Class beserta Styx cukup lama masa dinasnya hingga tahun 1978. Bahkan informasi dari Janes’s Fighting Ship (1983 – 1984) menyebutkan Komar baru dipensiunkan TNI AL pada tahun 1985. Keperkasaan kapal cepat Rudal ini tentu saja bukan hanya didukung oleh dua buah rudal yang dapat digendongnya tapi juga sepasang senjata canon kembar anti pesawat kaliber 25mm yang berada di dek depan. 

C-705 dan KCR 40, Kapal Cepat Rudal Generasi baru indonesia.

Setelah era Komar Class berlalu, indonesia memiliki kapal-kapal cepat rudal, bukannya susut, namun jumlah makin bertambah dan bangganya lagi sebagian dari mereka dibuat hasil kreasi anak bangsa. 

(Brunei Class Angkatan Laut Indonesia).

Spesifikasi dan classnya pun berbeda-beda, antaranya MANDAU CLASS, CLURIT CLASS, BRUNAI CLASS, ANDAU CLASS, KAKAP CLASS, PANDRONG CLASS, TODAK CLASS, BOA CLASS dan COBRA CLASS. Jumlahnya sendiri saat ini kurang lebih 37 ekor belum termasuk 20 lagi yang akan masuk masa dinas.

Tentu saja persenjataan berupa rudal dan kanon pun bermacam-macam bentuknya, untuk jenis rudal kapal-kapal perang ini dilengkapai dengan jenis rudal macam C-705, C-802, Harpoon, sea cat, Mistral, dan Exocet.

Angkatan laut boleh sumringah kali ini, senyum mengembang itu tak lain karena tak lama lagi generasi Kapal Cepat Rudal terbaru buatan anak bangsa akan melayari dan menjaga setiap jengkal laut dan harta kekayaan bangsa.

(Clurit class, KCR masa depan indonesia)

Bukan hanya bangga karena KCR 40 m itu didesain oleh anak negeri, tapi juga karena 22 ekor KCR itu sudah menemukan pasangannnya yang tepat yaitu rudal C-705 yang juga akan diproduksi didalam negeri berduet dengan sepupu dekatnya R-HAN 122 mm. 

Era Komar Class memang telah meninggalkan kenangan manis, dan penerusnya KCR-40 sudah siap memasuki masa dinasnya, hanya soal waktu hingga keseluruhan 22 ekor KCR Clurita Class itu menunjukan taringnya dilautan Indonesia.
read more “Kapal Cepat Rudal Indonesia Dari Masa Ke Masa (1960-2012)”

Jangan Remehkan Parschim Class Indonesia!

(Armada Korvet Parschim Class, paus-paus pembunuh dari Indonesia)

Saya pernah membaca ulasan mengenai persenjataan indonesia di forum kawan-kawan jiran sebelah, khususnya untuk Angkatan Laut, kebanyakan ulasannya menyebutkan alutsisita kita dalam kondisi kurang fit, bahkan salah satu forumer jiran sebelah mengatakan bahwa kesiapan keseluruhan armada Korvet Indonesia hanya ditumpukan pada empat korvet buah kelas Sigma saja, sedang yang lain khususnya Parschim Class hanyalah ongkongan besi tua yang sering ngadat, waduh enak betul menuding seperti itu, benarkah 16 Parschim Class Indonesia cuma ongkongan besi tua saat ini?

Riwayat kedatangan Parschim Class ke indonesia.

Bicara soal asal muasal dari salah satu elemen penting pertahanan laut Indonesia, tentunya kita tak bisa mengesampingkan keberadaan Korvet kebanggan negara, Parschim Class. Kita sungguh bersyukur beberapa tahun ini anggaran pertahanan naik signifikan, buahnya tentu saja pengadaan alutsisita.

Angkatan Laut Indonesia termasuk yang marasakan manisnya momen ini, dalam beberapa tahun terakhir industri dalam negeri sendiri mulai menggeliat, PT. PAL misalnya telah diinstruksikan dengan tegas oleh negara melalui mentri BUMN untuk membangun kekuatan laut Indonesia. Maka wajar saja mulai berlahiranlah armada-armada laut tangguh made in dalam negeri, sebut saja LPD Banjarmasin, Banda Aceh dan Makassar Class kemudian KCR-40-60, adalah segelintir contoh kebangkitan alutsista matra laut nasional.

Kembali ke Parschim Class yang dituding forum jiran sebelah dalam kondisi kurang fit, tentunya tak beralasan 100 %, mungkin anggapan tersebut lahir karena kurang memahami kondisi sebenarnya, lagi pula Parschim Class sendiri memang layak untuk mendapatkan tempatnya sendiri untuk dibicarakan, bukan hanya karena ia adalah bagian dari armada pemukul Angkatan Laut negeri ini, tapi juga karena riwayatnya yang kontroversi saat didatang ke Indonesia.

Bermula kisah dari proposal Pak Habibie pada Tahun 1992, saat itu 39 kapal perang eks Jerman Timur yang disimpan dipelabuhan selama 3 tahun itu dibeli pemerintah Indonesia. Terdiri atas 16 korvet kelas Parchim senilai 600.000 DM (sekitar 378.000 Dollar), 14 LST kelas Frosch senilai 550.000 DM (sekitar 346.000 Dollar) dan 9 kapal penyapu ranjau kelas Kondor senilai 300.000 DM (sekitar 189.000 Dollar). 

Kali ini saya hanya membahas mengenai Parschim Class saja, pemerintah Jerman Bersatu kala itu menetapkan harga Parschim 600.000 DM (sekitar 378.000 Dollar). Tapi sayangnya kemampuan kapal-kapal tersebut saat itu macam hidup segan mati tak mau, namun kualitas baja memang masih jempolan, biasa produk blok timur.

Indonesia tentunya tak membiarkan kapal sekarang macam itu benar-benar bernasib sama seperti besi tua kiloan, saat itu diketahui bahwa kondisi kapal-kapal tersebut harus menjalani perbaikan terlebih dahulu baru layak berlayar ke Indonesia. Biaya memperbaiki kapal justru lebih mahal, setelah beberapa kali tarik ulur, dana yang diberi untuk saat itu untuk keseluruhan kapal hanya 319.000.000 USD.

Dana tersebut dipandang kurang cukup, Tim Pengadaan Kapal Jerman alias TPKJ pun tak mau ambil resiko hanya dengan dana pas-pasan, mana mungkin mampu 39 kapal eks Jerman Timur itu bisa beroperasi optimal di lautan. Ditambah lagi peralatan radar dan radio eks Rusia yang sudah kadaluarsa. Kapal-kapal bekas .Jerman Timur memakai sistem peralatan IFF (Indentification Friend or Foe) standar blok timur, berbeda dengan kapal-kapal TNI-AL yang sudah mengacu standar NATO. 

Belum lagi awalnya kapal-kapal itu beroperasi di wilayah laut Baltik yang amat berbeda kondisi lingkungannya dengan lautan Indonesia. Pokoknya kondisi saat itu memang membuka segala kemungkinan spekulasi liar beredar, pucaknya sempat terjadi pembredelan majalah Tempo dan tabloid Detik karena berita investigasinya mengenai perkara ini. 

Kisah lama inilah yang didengung-dengungkan oleh banyak forumer khususnya jiran indonesia tentang kesiapan armada korvet tersebut,- sebuah perang psikologi yang juga diamini oleh segelintir orang Indonesia sendiri-, bahkan ada yang memperkirakan jika kapal yang akhirnya berhasil diboyong oleh Jakarta saat itu benar-benar dalam kondisi apa adanya alias rangka besi yang dipaksakan berjalan dan dipercantik dengan tampilan saja. Separah itukah armada pemukul indonesia itu?

Parschim Class, Armada Pemukul Yang Siap selalu!

Bebeda dengan beberapa jiran Indonesia yang terbilang baru merasakan alutsista blok timur, Indonesia paham betul kualitas armament dan armornya, kualitas baja memang diatas rata-rata, tengok saja kualitas baja panser-panser Soviet di Indonesia atau Submarine Jerman macam KRI Nenggala baru selesai di Overhoule itu, masih tangguh dan berkelas. 

Tentu saja bukan hanya itu, indonesia yang telah kenyang asam garam retrofit tentu paham benar bagaimana meremajakan kembali “kakek-kakek’ ex jerman timur itu menjadi gagah perkasa kembali, apalagi selalu dirawat dengan tangan-tangan “dingin” yang trampil dan profesional. Indonesia bukan negara yang tidak memiliki galangan kapal dan industri perkapalan serta industri baja berkualitas, meremajakan kapal-kapal lawas menjadi baru kembali bukan hal yang sulit bagi para insiyur dan ahli mesin indonesia. 

Masih ingat retrofit BTR-40?, sudah tinggal rangka bajanya saja, namun dengan kualitas baja yang masih mumpuni, BTR-40 berhasil ditarik kembali dari liang lahat dengan mengganti mesin, alat komunikasi dan persenjataan, bahkan sampai hari ini masih mampu menjalankan tugasnya dengan baik. 

Benar BTR-40 adalah produk lawas, tapi tentunya dengan peremajaan seperti ini tak bisa disamakan lgi kondisi BTR-40 hari ini dengan yang dulu, pun demikian dengan Korvet Parschim Class Indonesia ini, jadi tentunya kurang bijaksana bila ada yang menuding korvet pemukul kebanggan negara ini cuma ongkongan besi yang tak guna, jangan samakan kualitas baja kapal-kapal perang seperti ini dengan mobil rongsokan, jelas beda kelasnya. 

Lebih dari itu ini membuktikan kemampuan tekhnisi dan insinyur indonesia memang jempolan dalam hal seni merawat alutsista, jangan heran bila orang Rusia kagum bercampur heran dengan kemampuan persenjataan yang dibeli diera Bung Karno masih mampu menjalankan misinya dengan baik. 

Kapal ini dipermak oleh Angkatan Laut Indonesia, galangan kapal PT. PAL tidak menyia-nyiakan begitu mendapatkan kepercayaan besar yang diberikan padanya. Tekhnisi PT. PAL melakukan pergantian mesinnya dengan beberapa type mesin, salah satunya dari semula M504A3 buatan timur yang boros diganti menjadi mesin MTU-Detroit Type 4000 M90 16V. Mesin ini memiliki jadwal perawatan harian, setiap 250 jam, setiap 750jam, dan setiap 2.250jam. Konsumsi bahan bakarnya dapat ditekan dari 33.000 liter per hari menjadi separuhnya. Artinya kondisi Parschim Class ini sangat terawat dengan baik dan berada dalam kondisi siap tempur kapan dan dimanapun.

Untuk pertahanan terhadap serangan udara, kapal ini dilengkapi armament AK-230 berlaras ganda yang kemudian dilungsurkan diganti dengan AK-630 model gatling, tak cukup dengan itu beberapa kapal dilengkapi pertahanan udara tambahan adalah dua peluncur rudal SA-N-5, rudal darat ke udara untuk pertahanan udara jarak-dekat terhadap pesawat.

Untuk kemampuan menggempur kapal-kapal selam musuh, gerombolan ”paus pembunuh” Indonesia ini dilengkapi pula dengan 2 RBU-6000. RBU-6000 adalah mortir dengan 12 laras yang dapat mengisi ulang secara otomatis. Tak cukup dengan itu sebagian kapal dilengkapi dengan peluncur torpedo MK.32 triple launcher buatan barat. Sementara yang lainnya masih mengandalkan tabung torpedo 400mm yang lama. Kekuatan armada pemukul ini akan tambah garang setelah alih tehnologi rudal C-705 dari Cina yang akan diproduksi massal oleh kedua negara, pun demikian rudal made in anak bangsa seperti R-Han 122 mm juga akan masuk arsenal kapal-kapal korvet kebanggan indonesia ini. 

Sampai hari ini keseluruhan armada Parschim Class yakni KRI Kapitan Patimura, KRI Untung Suropati (872), KRI Nuku, KRI Lambung Mangkurat (874), KRI Cut Nyak Dien (375), KRI Sultan Thaha Syaifuddin (376), KRI Sutanto, KRI Sutedi Senoputra, KRI Wiratno, KRI Memet Sastrawiria, KRI Tjiptadi, KRI Hasan Basri, KRI Imam Bonjol (383), KRI Pati Unus (384), KRI Teuku Umar (385), KRI Silas Papare (386), masih mampu mengarungi lautan indonesia yang begitu luas ini, paus-paus pembunuh Indonesia itu tak hanya mampu menghalau namun juga mencabik-cabik mangsanya bila berani masuk wilayah teritorial Republik Indonesia tanpa izin, karena itu jangan pernah coba-coba meremehkan armada Parschim Class Indonesia !.
read more “Jangan Remehkan Parschim Class Indonesia!”

Minggu, 15 April 2012

tenggelamnya kapal titanic

Tenggelamnya kapal penumpang terbesar pertama di dunia Titanic menyimpan banyak misteri dan versi, terutama tentang bagaimana mungkin kapal yang didaulat tidak bisa tenggelam itu akhirnya terpuruk di dasar laut.
Seorang wanita di Inggris baru-baru ini mengungkapkan sebuah kisah dibalik tenggelamnya titanic yang akan meruntuhkan semua versi yang ada.
Namanya Louise Patten, seorang pengusaha wanita yang juga merupakan direktur perusahaan FTSE 100. Ia mengatakan bahwa neneknya telah mengungkapkan sebuah rahasia ketika Patten berusia 16 tahun tetapi Patten dilarang untuk membocorkannya karena akan menyebabkan dua hal.
Yang pertama, rahasia ini akan menghancurkan nama baik almarhum kakeknya, Charles Lightoller, seorang penerima penghargaan pada Perang Dunia I yang juga merupakan pahlawan karena ambil bagian dalam operasi evakuasi Dunkirk pada 1940. Kedua, rahasia ini akan mengubah sejarah serta membalikkan versi resmi dari tenggelamnya Titanic pada April 1912 yang menewaskan 1517 orang.
Akhirnya, pada usianya yang ke-56 tahun, dia membeberkan rahasia tersebut karena dinilainya merupakan waktu yang tepat. Lagipula, menurutnya, semua yang terlibat dalam peristiwa Titanic telah meninggal. Patten tidak ingin rahasia ini ikut hilang ketika dia meninggal nanti. Rahasianya ini juga dibaginya dalam novel terbarunya yang berjudul “Good as Gold”.
“Kakekku adalah seorang petugas nomor dua di Titanic. Dia sedang berada di kabin ketika kapal itu menabrak gunung es. Dia menolak untuk ikut dalam sekoci penyelamat, karena keberuntunganlah dia akhirnya dapat hidup,” ujar Patten memulai ceritanya saat diwawancara oleh The Telegraph, Kamis 23 September 2010.
Patten menceritakan semua yang ibunya ceritakan dahulu. Patten mengatakan bahwa kakeknya meloncat ke air yang dingin saat Titanic tenggelam di perairan Grand Banks dekat pulau Newfoundland di Kanada. Kakeknya ikut terhisap air saat kapal tersebut terhisap ke dasar laut, kemudian terjadi ledakan pada kapal yang mendorong kakeknya ke permukaan. Beruntung, kapal penyelamat sedang berada di lokasi tersebut dan dia berhasil diselamatkan.
Ketika ditanya oleh Dewan Perdagangan Inggris dan Senat AS apakah dia melakukan percakapan setelah tabrakan dengan Kapten atau petugas pertama, William Murdoch, yang saat itu sedang bertugas, kakeknya menjawab tidak. Patten mengatakan bahwa kakeknya berbohong.
“Setelah tabrakan terjadi, kakekku turun ke bawah dengan Kapten dan Murdoch ke kabin Murdoch untuk mengambil senapan jikalau terjadi kerusuhan ketika menurunkan sekoci. Kakek menceritakan bahwa bukannya mengendalikan Titanic memutari gunung es ke sebelah kiri, pengendali kapal, Robert Hitchins, panik dan memutarnya ke arah yang berlawanan,” ujar Patten.
Mungkin ini terdengar sebagai kesalahan yang tidak patut bagi pengemudi kapal sekelas Titanic, namun Patten menjelaskan semuanya.
Dia mengatakan bahwa kapal uap Titanic masih menggunakan kemudi seperti kapal layar, yang disebut sebagai Tiller Orders. Pada kemudi seperti ini, jika ingin berbelok ke kanan, maka yang ditekan adalah yang ke arah kiri, begitu juga sebaliknya. Sedangkan kapal uap umumnya menggunakan Rudder Orders, yaitu kemudi yang berbelok persis seperti yang diinginkan.
“Murdoch memberikan perintah Tiller Orders kepada Hitchins. Dalam keadaan panik, Hitchins memutarnya menggunakan Rudder Order persis seperti pada latihan. Mereka hanya punya empat menit untuk mengubahnya, ketika Murdoch mendapati kesalahan Hitchins dan mencoba memperbaikinya, semuanya sudah terlambat,” jelas Patten.
Kemudian Patten menceritakan lagi rahasia yang lebih mencengangkan. Patten mengatakan bahwa Hitchin lah yang membuat kesalahan, namun yang membuat keputusan menenggelamkan kapal titanic yang menewaskan ribuan orang adalah pemilik Titanic sendiri, Bruce Ismay, pemimpin White Star Line.
“Titanic menabrak gunung es pada titik vitalnya, namun menurut perkiraan kakekku, Titanic dapat mengapung dalam waktu yang lama. Tapi Ismay keluar dan tidak ingin investasi besarnya berada diam di tengah laut Atlantic dan tenggelam perlahan, atau diderek ke pelabuhan terdekat. Itu bukanlah publisitas yang bagus! Dia menyerukan Kapten untuk berjalan dengan pelan. Titanic dibuat tidak untuk tenggelam,” kisah Patten.
Patten mengatakan bahwa Titanic bisa saja selamat dan tidak akan ada orang yang tewas jika kapal itu diam saja dan menunggu bantuan datang. Namun dengan berjalan perlahan, tekanan air laut memasuki lambung yang robek dan memenuhi setiap lantai satu persatu, itulah yang menyebabkannya tenggelam.
Ditanya mengapa kakeknya berbohong selama ini, Patten mengatakan bahwa kakeknya terpaksa berbohong untuk melindungi orang banyak.
“Ketika dia berada di sekoci, Bruce Ismay mengatakan kepada kakekku bahwa jika membocorkan hal ini, maka White Star Line akan dinyatakan lalai dan tidak layak menerima asuransi. Ismay mengatakan bahwa perusahaannya akan bangkrut dan semua orang akan kehilangan pekerjaannya. Ini adalah kode kehormatan diantara orang-orang seperti kakek saya pada waktu itu. Jadi dia berbohong untuk melindungi pekerjaan orang lain,” jelasnya.
Jadi pada intinya, kejadian tenggelamnya Titanic ini bisa dibilang sabotase pemimpin White Star Line, Bruce Ismay agar mendapatkan asuransi..
wah gila!!!!! demi mendapatkan asuransi koq ribuan nyawa dikorbankan. tragis !!!!
read more “tenggelamnya kapal titanic”

Minggu, 11 Maret 2012

DEWARUCI is STRONGed and OLDed SHIP

Assalamualaikum gan,apa kabar semua semoga dalam keadaan baik-baik saja yah. Nah gan kali ini kita akan ngebahas tentang sejarah tentang sebuah kapal yang semakin menegaskan bahwa bangsa indonesia adalah pelaut yang handal sesuai dengan lagu "nenek moyangku seorang pelaut". Teman-teman pasti mengenal KRI Dewa Ruci bukan ?. Kapal yang diambil namanya dari salah satu Dewa di tokoh pewayangan Jawa ini sudah tak perlu diragukan lagi ketangguhan dan kehandalannnya.
Kapal yang termasuk kapal latih layar yang dimiliki oleh TNI-AL ini seyogyaya adalah non kombatan ship yang tidak digunakan untuk tempur. Hanya untuk pelatihan Kadet TNI-AL namun juga difungsikan sebagai kapal observasi maritim dan juga memiliki fungsi duta wisata dan budaya bagi Republik Indonesia saat berlayar ke negara lain.

Meskipun jaman sudah maju, namun bukan berarti kapal layar KRI Dewaruci ini hanya mengandalkan teknologi tradisional. Dewaruci juga dilengkapi dengan radar dan sensor, selain itu untuk meningkatkan kecepatan Dewaruci juga telah menggunakan mesin berdara 985HP yang bila digunakan bersamaan dengan tenaga angin Dewaruci dapat melaju hingga 17 Knot.

Lalu darimana Dewa Ruci berasal ?. KRI Dewa Ruci dibangun di galangan kapal H.C. Stulchen & Sohn di Kota Hamburg Jerman yang selesai pembuatannnya pada tahun 1952 dan diserahkan kepada TNI-AL pada tahun 1953. Pembuatan kapal ini tak lepas dari prakarsa sang Pemimpin Besar Revolusi Ir.Soekarno yang saat itu memandang TNI-AL(dulu ALRI) butuh kapal latih layar agar bisa mencipatakan Kader angkatan laut yang tangguh dan berani. Oh iya, Dewaruci adalah satu-satunya kapal layar tiang tinggi yang diproduksi galangan H.C. Stulchen & Sohn yang masih layak untuk digunakan pelayaran. Sementara 2 lainnya dikabarkan sudah wafat alias sudahdemissioner. Galangan kapalnya sendiri juga sudah tutup tapi Dewaruci tetap ada.



Dunia Terpesona Dengan Ketangguhan KRI Dewa Ruci

Di zaman yang maju seperti ini dimana tenaga mesin mendominasi di bidang hal penggerak untuk transportasi ternyata masih ada kapal layar yang masih sanggup mengelilingi lautan dan samudera tiap tahunnya. Setiap orang yang awam pasti akan berfikir berulang kali bagaimana Kapal Layar yang panjangnya tak lebih dari 60 Meter ini dapat menaklukkan samudera yang ganas seperti samudera Pasifik dan Atlantik yang terkenal keganasannya ?. Jawabannya hanyalah karena kepiawaian dan ketangguhan KRI Dewaruci dan awak kapalnya sendiri.
Sudah tak terhitung berapa misi pelayaran yang dilakukan oleh KRI Dewa Ruci baik yang tingkat nasional, regional bahkan hingga mengelilingi dunia. Sudah tak terhitung pula berapa penghargaan yang diraih Dewaruci yang bisa teman cari infonya di internet atau dari media massa. Dewaruci selalu langganan juara dalam setiap event World Tail Ships ataupun event Sail lainnya.

Dalam setiap event Dewaruci selalu mendapat sambutan yang luar biasa meriah dari para pengunjung event. Setiap bersandar KRI Dewaruci tak pernah sepi dari pengunjung yang ingin naik keatas kapal dengan tujuan berinteraksi dengan awak kapal yang terkenal ramah dan ingin mengetahui informasi tentang wisata di Indonesia. Ada juga yang ingin mencoba menikmati kuliner khas Indonesia yang dibuat oleh awak kapal. Dari banyaknya bentuk penghargaan yang diraih Dewaruci yang paling membanggakan menurut saya adalah saat Event L'Armada 2003 di Perancis Dewaruci satu-satunya Wakil Kapal Layar Tinggi dari wilayah Asia-Afrika. Saya kira tidak ada negara di lain Asia Tenggara atau bahkan di Asia yang memiliki Kapal Layar Tinggi sekelas dengan KRI Dewa Ruci yang masih eksis sampai saat ini. Membanggakan bukan ? terbukti bahwa pelaut Indonesia memang tangguh dan handal yang berasal dari Nenek Moyang kita.


JALASVEVA JAYAMAHE
Justru di Laut Kita Jaya.



Wassalamualaikum
read more “DEWARUCI is STRONGed and OLDed SHIP”

Sabtu, 24 Desember 2011

Kapal Trimaran TNI AL Selesai Lima Bulan Mendatang

BANYUWANGI - Indonesia segera memiliki satu kapal perang canggih berpeluru kendali "Trimaran" yang merupakan produk dalam negeri.

"Kapal ini terbuat dari serat karbon, dengan kecepatan 35 knot dan dipersenjatai peluru kendali yang memiliki jarak tembak 120 kilometer," kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin usai meninjau industri kapal dalam negeri PT Lundin Industry Invest di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (20/12).

Ia mengatakan, dalam lima bulan mendatang kapal perang canggih yang merupakan prototipe itu langsung bisa dioperasionalkan memperkuat jajaran armada tempur TNI Angkatan Laut.

"TNI Angkatan Laut memesan empat unit kapal, dan dalam lima bulan mendatang sudah jadi satu kapal perang `Trimaran`, sedangkan tiga unit lainnya akan segera dibangun secara bertahap hingga 2014," kata Sjafrie menambahkan.

Satu unit kapal "Trimaran" dihargai sekitar Rp114 miliar yang diambil dari APBN 2011.

"Jika proyek pengadaan ini berhasil maka ini merupakan sejarah bagi Indonesia karena telah berhasil membuat kapal perang dengan komposit serat karbon, dan ini akan dipatenkan dan diekspor ke luar negeri," kata Sjafrie.


Gambar rekayasa 3D kapal Trimaran buatan Lundin

Direktur PT Lundin Industry Invest, John Lundin, mengatakan pihaknya telah melakukan ujicoba terhadap kapal dengan panjang sekitar 62,52meter tersebut.

"Ini merupakan kapal `Trimaran` pertama yang dibuat dari serat karbon. Amerika pernah membuat kapal sejenis dengan panjang 120 meter namun dari bahan alumunium atau baja.

Komposit serat karbon juga telah digunakan untuk pembuatan pesawat airbus Boeing-777 dan mobil formula 1. Ketahanannya 20 kali lebih kuat dibandingkan baja.

Kapal cepat berpeluru kendali itu memiliki panjang keseluruhan 62,53 meter, panjang "water line", 50,77 meter panjang "water draft" 1,17 meter, bobot mati 53,1 GT, kecepatan maksimum 30 knot, kecepatan jelajah 16 knot, dengan mesin utama 4X marine engines MAN nominal 1.800 PK.

Sumber : ANTARA.CO.ID
read more “Kapal Trimaran TNI AL Selesai Lima Bulan Mendatang”

shAre

Entri Populer